Ketersediaan Energi Selama Libur Nataru
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa pasokan energi di Indonesia dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama masa libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Ia menekankan bahwa ketersediaan bahan bakar minyak (BBM), elpiji, hingga listrik menjadi fokus utama pemerintah, terlepas dari tantangan yang dihadapi akibat bencana alam di Pulau Sumatra.
“Secara umum, stok BBM nasional untuk menjalani Natal dan Tahun Baru, insyaallah aman,” ujar Bahlil dalam pernyataannya, dikutip Minggu (21/12/2025).
Ketahanan Stok BBM Berbagai Jenis
Secara rinci, ketahanan stok BBM berbagai jenis telah dipertahankan di atas ambang batas minimum. Untuk BBM jenis pertalite atau RON 90, cadangan mencapai 19 hari, melebihi standar minimal nasional yang sebesar 17-18 hari. Sedangkan untuk bensin RON 92, ketahanannya berada di atas 23 hari, dan untuk RON 95 berada di atas 31 hari.
Untuk solar, batas ketahanan minimum ditetapkan selama 14 hari. Saat ini, ketahanan solar CN48 atau solar subsidi berada pada angka 15 hari, sedangkan solar CN53 atau solar non-subsidi berada di kisaran 25 hari. Sementara itu, ketahanan avtur, yaitu bahan bakar pesawat, berada di atas 29 hari.
“Berdasarkan data tersebut, saudara-saudara kita yang akan merayakan Natal tidak perlu khawatir tentang stok BBM, karena semua dalam kondisi aman,” kata Bahlil.
Kondisi Kelistrikan Nasional
Selain BBM, kondisi kelistrikan nasional juga berada dalam keadaan normal. Ketersediaan bahan baku untuk pembangkit listrik tidak mengalami kendala, dengan cadangan di atas 10 hari, baik untuk BBM, gas, maupun batu bara.
Pemerintah juga tengah memprioritaskan pemulihan kelistrikan di beberapa wilayah yang terganggu akibat bencana banjir dan tanah longsor di Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh pada akhir November 2025 lalu.
Proyeksi Konsumsi BBM dan Elpiji Saat Nataru
Sebelumnya, proyeksi konsumsi BBM jenis bensin diperkirakan meningkat 3,2 persen pada periode libur Nataru dibandingkan kondisi normal. Konsumsi avtur diproyeksikan naik 5,2 persen, sedangkan minyak tanah atau kerosin meningkat sebesar 4,3 persen.
Sebaliknya, konsumsi BBM jenis solar atau gasoil diperkirakan menurun sebesar 7,6 persen. Penurunan ini disebabkan oleh pembatasan pergerakan angkutan barang selama libur panjang akhir tahun.
Dari sisi konsumsi elpiji, diproyeksikan meningkat 7,2 persen saat periode Nataru dibandingkan kondisi normal.
Persiapan Pasokan Elpiji
Ketua Posko Nataru ESDM, Erika Retnowati, menyatakan bahwa pasokan BBM dipastikan aman dengan ketahanan stok dijaga pada kisaran 17-23 hari ke depan. Sementara itu, ketahanan stok elpiji berada di kisaran 12 hari.
“Kondisi stok elpiji dipertahankan tetap stabil dan disiapkan agen dan pangkalan elpiji siaga 24 jam khususnya untuk wilayah dengan permintaan tinggi,” ujar Erika dalam konferensi pers di Kantor BPH Migas, Jakarta, Senin (15/12/2025).
