Persiapan Terminal untuk Menghadapi Lonjakan Mobilitas Selama Nataru
Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta telah menyiagakan tujuh terminal angkutan penumpang sebagai bagian dari persiapan menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat selama masa Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Tujuh terminal tersebut menjadi simpul utama dalam pelayanan angkutan umum antarkota maupun dalam kota di wilayah Jabodetabek. Penyiapan ini dilakukan dengan tujuan memastikan kelancaran, keselamatan, serta kenyamanan masyarakat yang melakukan perjalanan selama liburan.
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo, menjelaskan bahwa penyiapan terminal dilakukan berdasarkan Keputusan Bersama Dirjen Perhubungan Darat, Dirjen Perhubungan Laut, Dirjen Bina Marga, dan Kepala Korps Lalu Lintas Kepolisian Negara RI tentang Pengaturan Lalu Lintas Jalan Serta Penyebrangan Selama Masa Angkutan Natal 2025 Dan Tahun Baru 2026. Menurutnya, tujuh terminal yang disiapkan terdiri atas empat terminal tipe A dan tiga terminal bantuan, dengan tujuan untuk mengantisipasi peningkatan volume penumpang dan pergerakan kendaraan.
Empat terminal tipe A yang disiapkan meliputi:
- Terminal Terpadu Pulo Gebang
- Terminal Kampung Rambutan
- Terminal Kalideres
- Terminal Tanjung Priok
Sementara itu, tiga terminal bantuan yang juga disiapkan adalah:
- Terminal Grogol
- Terminal Lebak Bulus
- Terminal Muara Angke
Selama masa angkutan Nataru 2025/2026, Dishub DKI Jakarta menyiapkan total 2.893 unit bus dari 439 perusahaan otobus (PO) AKAP yang beroperasi di empat terminal tipe A tersebut. Terminal Kampung Rambutan menjadi terminal dengan armada terbanyak, yakni 1.175 unit bus dari 137 PO AKAP. Disusul oleh Terminal Terpadu Pulo Gebang dengan 1.057 unit bus dari 126 PO AKAP.
“Seluruh armada dipastikan dalam kondisi laik jalan untuk mendukung perjalanan masyarakat agar tetap aman dan nyaman,” ujar Syafrin.
Kesiapan Personel dan Sarana Prasarana
Selain kesiapan terminal dan armada, Dishub DKI juga menyiapkan 2.750 personel posko terpadu Nataru yang akan ditempatkan di terminal, ruas jalan utama, serta simpul transportasi lainnya. Personel tersebut didukung oleh sarana prasarana seperti rambu portable, traffic cone, water barrier, mobil derek, serta kendaraan operasional. Hal ini bertujuan untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas dan keamanan masyarakat selama masa liburan.
Dishub DKI memprediksi peningkatan aktivitas di simpul transportasi selama Nataru seiring meningkatnya keinginan masyarakat untuk berlibur dan merayakan malam pergantian tahun. Potensi cuaca ekstrem juga menjadi perhatian dalam pengelolaan arus penumpang dan lalu lintas.
“Dengan penyiagaan tujuh terminal dan dukungan personel lintas sektor, kami berharap pelayanan angkutan Nataru 2025/2026 berjalan tertib, lancar, dan berkeselamatan,” kata Syafrin.
