Imbauan Kewaspadaan dari Satlantas Polres Garut
Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Garut telah mengeluarkan imbauan tegas kepada seluruh pengguna jalan di Kabupaten Garut untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat melintasi jalur-jalur yang diketahui sebagai area rawan bencana longsor. Peringatan ini dikeluarkan setelah sejumlah kejadian longsor kembali terjadi dan mengganggu kelancaran arus lalu lintas.
Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Garut, Iptu Aang Andi Suhandi, menjelaskan bahwa beberapa ruas jalan—termasuk jalan provinsi, kabupaten, hingga jalan desa—di Garut sering terdampak bencana alam. Material longsoran dalam beberapa kejadian sebelumnya bahkan sempat memutus total akses antardaerah.
“Koordinasi cepat lintas instansi selama ini berhasil mempercepat penanganan, namun potensi longsor masih sangat tinggi mengingat kondisi cuaca ekstrem dan kontur perbukitan wilayah Garut,” ujar Iptu Aang pada Minggu (7/12/2025).
Insiden Terbaru
Bencana longsor terbaru tercatat terjadi di wilayah Desa Mekarwangi, Kecamatan Cihurip, tepatnya di Jalan Raya Ciparay pada Jumat malam (5/12/2025). Dampak dari kejadian tersebut, material berupa tanah, batu, dan pepohonan dari tebing setinggi 10 meter menutupi seluruh badan jalan, menyebabkan jalur penghubung tersebut terputus total.
Setelah menerima laporan, petugas segera melakukan pengecekan lokasi. Proses pembersihan material longsoran dilakukan secara gotong royong melibatkan aparat, Dinas PUPR, dan warga setempat. Berkat penanganan cepat yang memakan waktu sekitar satu jam, jalur kembali dapat dibuka dengan sistem buka-tutup pada pukul 21.00 WIB.
Jalur Ambles dan Titik Rawan Lain
Iptu Aang juga melaporkan kondisi jalan yang ambles akibat pergerakan tanah di jalur Pamalayan–Linggamanik, tepatnya di Kampung Mekarjaya, Desa Linggamanik, Kecamatan Cikelet, pada hari yang sama, Jumat 5 Desember 2025. Dampaknya, konstruksi jalan ambles parah sepanjang 50 meter. Akibatnya, hanya kendaraan roda dua yang dapat melintas, dan diimbau sangat berhati-hati karena kondisi jalan yang labil dan rawan longsor susulan.
Selain itu, longsor juga sempat terjadi di Kecamatan Banjarwangi di ruas jalan Banjarwangi–Cikajang, Kampung Lemah Duhur, setelah hujan deras. “Alhamdulillah, berkat langkah penanganan sigap yang melibatkan instansi terkait, seluruh ruas jalan yang sempat tertutup material longsoran pada akhirnya bisa teratasi dan kembali dapat dilalui kendaraan,” pungkas Iptu Aang.
Pengendara Diimbau Selalu Waspada
Pengendara di Garut diimbau selalu waspada, terutama saat intensitas hujan tinggi, mengingat titik rawan longsor terkonsentrasi di wilayah selatan Garut, meskipun ancaman serupa juga ada di wilayah utara dan tengah.
Daftar Titik Rawan Longsor di Wilayah Garut
- Desa Mekarwangi, Kecamatan Cihurip: Jalan Raya Ciparay mengalami longsoran besar yang menutupi seluruh badan jalan.
- Kampung Mekarjaya, Desa Linggamanik, Kecamatan Cikelet: Jalur Pamalayan–Linggamanik mengalami ambles sepanjang 50 meter.
- Kampung Lemah Duhur, Kecamatan Banjarwangi: Ruas jalan Banjarwangi–Cikajang mengalami longsoran setelah hujan deras.