Site icon Cantara.id

Jemaah Haji 2025 Malang Hilang, Keluarga Dites DNA



Tiga jemaah haji Indonesia yang terdaftar dalam musim haji 2025 hingga saat ini masih dinyatakan hilang. Dua di antaranya berasal dari Palembang dan Banjarmasin, sedangkan satu lagi bernama Sukardi, yang merupakan jemaah asal Kabupaten Malang.

Pencarian terhadap jemaah yang hilang terus dilakukan oleh berbagai pihak terkait, termasuk Kementerian Agama. Salah satu langkah yang dilakukan adalah tes deoxyribonucleic acid (DNA) terhadap keluarga jemaah haji Sukardi. Tes DNA ini dilaksanakan oleh tim Bidlab DNA Rolabdokkes Pusdokkes Mabes Polri di Asrama Haji Embarkasi Surabaya (AHES).

Kasubdit Transportasi dan Perlindungan Jemaah Haji Reguler Ditjen PHU, Sri Darfatihati, menjelaskan bahwa tes DNA dilakukan untuk memberikan kepastian hukum dan kemanusiaan bagi keluarga jemaah haji. Ia juga menyampaikan bahwa kontrak perlindungan asuransi jemaah haji masih berlaku hingga Februari 2026.

“Pelaksanaan Tes DNA ini merupakan amanat Menteri Agama agar jemaah yang dinyatakan hilang segera mendapatkan kejelasan. Upaya ini dilakukan dengan mencocokkan spesimen keluarga dengan sejumlah jenazah di Arab Saudi yang hingga kini belum teridentifikasi,” kata Sri dalam keterangannya, Rabu (17/12).



Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Malang, Abdul Salam, mengatakan segala upaya pencarian terhadap Sukardi terus dilakukan sejak dinyatakan hilang di Makkah pada 29 Mei 2025.

“Jemaah telah sah menunaikan ibadah haji karena telah dibadalkan. Proses pencarian dilakukan oleh Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi bersama Perlindungan Jemaah (Linjam) sejak puncak haji hingga seluruh jemaah kembali ke Tanah Air. Alhamdulillah, hari ini Tes DNA kepada ahli waris dapat dilaksanakan sebagai upaya lanjutan untuk memperoleh kejelasan,” ujar Abdul.



Anak ketiga Sukardi, Amin Nuruddin (29 tahun), berharap ayahnya dapat segera ditemukan dan upaya ini memberikan kepastian bagi keluarga.

“Kami mohon doa yang terbaik untuk ayahanda,” katanya.

Upaya Pencarian dan Identifikasi

Proses pencarian dan identifikasi jemaah haji yang hilang melibatkan berbagai lembaga dan instansi terkait. Berikut adalah beberapa langkah utama yang dilakukan:

Peran Keluarga dalam Proses Identifikasi

Keluarga jemaah haji yang hilang memiliki peran penting dalam proses identifikasi. Mereka diwajibkan memberikan sampel DNA untuk diproses oleh tim ahli. Selain itu, mereka juga terlibat dalam koordinasi dengan pihak berwenang untuk mempercepat proses pencarian.

Tantangan dalam Proses Identifikasi

Meskipun berbagai upaya telah dilakukan, proses identifikasi jemaah haji yang hilang tetap menghadapi beberapa tantangan. Beberapa di antaranya adalah:

Kesimpulan

Pencarian dan identifikasi jemaah haji yang hilang merupakan proses yang kompleks dan memerlukan kerja sama antara berbagai pihak. Meskipun masih ada tantangan, upaya yang dilakukan oleh Kementerian Agama dan lembaga terkait menunjukkan komitmen untuk memberikan kejelasan dan kepastian bagi keluarga jemaah haji.

Exit mobile version