Prediksi Jokowi Mengenai Polemik Ijazahnya
Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), disebut telah memprediksi bahwa isu mengenai ijazahnya tidak akan selesai meski dokumen tersebut ditunjukkan ke publik. Prediksi ini diungkapkan oleh Mardiansyah Semar, Ketua Umum organisasi kemasyarakatan Rampai Nusantara, setelah bertemu langsung dengan Jokowi.
Pertemuan antara Mardiansyah dan Jokowi berlangsung cukup lama, namun pembahasan soal ijazah hanya disinggung singkat. Dalam pertemuan tersebut, Jokowi menyampaikan prediksi yang kini terbukti. Ia menyatakan bahwa menunjukkan ijazahnya tidak akan mengakhiri polemik yang terjadi.
“Kalimatnya cuma, ‘kan saya sudah duga sambil senyum pasti (ijazah saya) diperlihatkan pun juga tidak akan menyelesaikan persoalan.’ Itu Pak Jokowi sampaikan ke saya dan setelah itu tidak pernah bicara soal ijazah,” ujar Mardiansyah.
Sosok Mardiansyah Semar
Mardiansyah Semar adalah tokoh penting dalam organisasi kemasyarakatan Rampai Nusantara. Organisasi ini awalnya merupakan gerakan relawan yang berkembang menjadi ormas nasional dengan struktur kepengurusan di berbagai provinsi serta ratusan kabupaten dan kota di Indonesia.
Rampai Nusantara aktif dalam kegiatan sosial dan isu-isu kebangsaan. Mardiansyah Semar dikenal sebagai figur pimpinan ormas yang menekankan konsolidasi organisasi, penguatan jejaring nasional, serta peran aktif masyarakat sipil dalam menjaga persatuan dan stabilitas bangsa.
Selain itu, Mardiansyah juga dikenal aktif menyuarakan pandangan terkait isu politik, hukum, dan demokrasi melalui berbagai pernyataan di ruang publik dan media.
Ijazah Jokowi Ditunjukkan Saat Gelar Perkara Khusus
Prediksi Jokowi dinilai terbukti setelah penyidik Polda Metro Jaya memperlihatkan ijazah asli dalam gelar perkara khusus kasus ijazah Jokowi pada Senin (15/12/2025). Dokumen tersebut ditunjukkan kepada pihak-pihak yang selama ini mempersoalkan keasliannya, termasuk Roy Suryo dan rekan-rekannya.
Namun, meskipun ijazah telah diperlihatkan secara resmi oleh penyidik, polemik belum juga mereda. Pihak yang menuding ijazah Jokowi palsu tetap menyampaikan keberatan.
Rismon Sianipar, yang menjadi tersangka dalam kasus tudingan ijazah palsu, mengklaim menemukan kejanggalan pada dokumen tersebut berdasarkan pengamatannya.
“Dari sejumlah pengamatan kami meskipun kami lakukan dengan mata telanjang, itu ada sejumlah kejanggalan,” ujar Rismon.
Ia juga membandingkan ketebalan kertas ijazah Jokowi dengan ijazah miliknya sendiri. “Karena itu lurus, hitam, yang saya lihat itu cacat digital printing, karena itu lurus, tidak acak, garis lurus sebelah kiri dari ijazah analog yang ditunjukkan,” ujarnya.
Belum lagi dua bintik noda hitam, noktah hitam, yang ia anggap sebagai cacat printing. “Itu saya kira itu cacat printing dan di bawah juga ada di bagian bawah itu, itu cacat printing juga, seperti tinta-tinta,” imbuhnya.
Proses Hukum Masih Berjalan
Meski demikian, hingga kini proses hukum masih berjalan dan aparat penegak hukum terus mendalami kasus tersebut sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Polemik tentang ijazah Jokowi masih menjadi perhatian publik dan terus dipantau oleh berbagai pihak.
