Site icon Cantara.id

Korban Banjir Bandang Sumatera Capai 1.006 Jiwa, Aceh Paling Parah

Bencana Banjir dan Tanah Longsor di Aceh, Sumut, dan Sumbar

Bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat telah menimbulkan kerugian besar baik dalam hal korban jiwa maupun kerusakan infrastruktur. Hingga pembaruan data terbaru dari Posko Komando Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Aceh pada Sabtu (13/12/2025) pukul 19.00 WIB, jumlah korban meninggal dunia mencapai 1.006 orang.

Rincian korban meninggal adalah sebagai berikut:
– Aceh: 416 jiwa
– Sumatera Utara (Sumut): 349 jiwa
– Sumatera Barat (Sumbar): 242 jiwa

Selain itu, sebanyak 32 jiwa masih dilaporkan hilang dan terus dicari oleh tim gabungan di lapangan. Bencana ini juga menyebabkan dampak yang luas, meliputi 18 kabupaten/kota di Aceh serta 225 kecamatan dan 3.678 gampong.

Korban Jiwa Terbanyak di Sumatra

Juru Bicara Posko, Murthalamuddin, menyampaikan bahwa data korban meninggal sebanyak 419 orang dan 32 orang hilang menjadikan Aceh sebagai wilayah dengan korban jiwa terbanyak dalam bencana hidrometeorologi yang melanda Sumatra. Selain korban jiwa, tercatat 3.845 orang mengalami luka ringan dan 479 orang mengalami luka berat.

Ratusan Ribu Jiwa Terdampak dan Mengungsi

Laporan Posko Terpadu menunjukkan skala dampak kemanusiaan yang sangat besar. Total warga yang terdampak bencana ini mencapai 514.383 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 1.975.012 jiwa. Hingga kini, warga yang terpaksa meninggalkan rumah mereka dan mengungsi tercatat mencapai 130.968 KK atau 484.944 jiwa, yang tersebar di 2.186 titik pengungsian.

Tim gabungan masih bekerja keras melakukan evakuasi, distribusi bantuan, serta pencarian korban yang hilang di area terdampak.

Kerusakan Infrastruktur Luas dan Masif

Selain korban jiwa, bencana ini juga menimbulkan kerusakan infrastruktur yang masif dan melumpuhkan aktivitas publik. Ratusan fasilitas umum dilaporkan rusak, termasuk:

Akses jalan dan jembatan juga mengalami kerusakan parah:
* Jalan rusak: 461 titik
* Jembatan terputus: 332 unit

Properti dan lahan pertanian juga mengalami kerusakan yang signifikan:
* Rumah rusak: 164.906 unit
* Sawah rusak: 89.286 hektare
* Kebun rusak: 14.725 hektare
* Tambak rusak: 40.328 hektare

Selain itu, kerugian material akibat kerusakan properti dan lahan pertanian/perkebunan juga sangat besar, mencakup 186.868 ekor ternak yang turut menjadi korban.

Dampak yang Mendalam

Bencana ini tidak hanya menimbulkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur, tetapi juga memberikan dampak psikologis yang mendalam bagi masyarakat setempat. Mereka harus menghadapi kesulitan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk akses terbatas ke fasilitas kesehatan, pendidikan, dan sumber air bersih.


Exit mobile version