Site icon Cantara.id

Mengapa Kampus Berbadan Hukum Harus Jadi Go Public di Era 6.0


Penulis Opini adalah Muhammad Ichsan Siregar, S.E., M.S.Ak., CSRS., CSP., CSRA., Dosen Fakultas Ekonomi, Universitas Sriwijaya

Perkembangan teknologi di era saat ini semakin pesat dan memberikan dampak yang signifikan di berbagai sektor kehidupan. Salah satu bidang yang mengalami perubahan besar adalah pendidikan, khususnya dalam pengelolaan universitas negeri. Di tengah perkembangan teknologi 6.0, universitas negeri diharapkan mampu menyesuaikan diri dengan laju perubahan, inovasi, serta sistem tata kelola yang lebih modern dan akuntabel.

Dalam konteks ini, penerapan prinsip transparansi publik, akuntabilitas setara korporasi, fokus pada kinerja berdasarkan hasil, serta otonomi dalam pengelolaan keuangan yang sehat menjadi penting. Namun, hal ini tidak berarti bahwa universitas akan “menjual saham di bursa”, melainkan menggunakan praktik pengelolaan korporasi yang efektif, membuat laporan kinerja akademik dan keuangan yang dapat diakses secara terbuka, serta menerapkan sistem pengawasan dan keseimbangan.

Tujuan dari hadirnya model universitas dengan tata kelola korporasi adalah meningkatkan kepercayaan, membangun lingkungan yang inovatif, efisien, dan bersaing di tingkat dunia, sambil tetap bertumpu pada pelayanan masyarakat. Hal ini juga bertujuan untuk mengurangi ketergantungan terhadap penggunaan anggaran negara tanpa mengabaikan keterjangkauan dan kesenjangan pendidikan.

Transformasi kampus menuju model Go Public bisa diwujudkan melalui beberapa tahap yang terencana dan sistematis. Berikut adalah langkah-langkah utamanya:

Strategi Pendekatan Transformasi Kampus Go Public

Agar semua bisa berjalan dengan lancar dan memberikan hasil maksimal, pendekatan pelaksanaan transformasi kampus Go Public diterapkan melalui empat strategi utama:

Dengan menerapkan strategi ini, hasil dan pengaruh yang diinginkan dari pelaksanaan transformasi Kampus Go Public melibatkan pencapaian nyata serta keuntungan jangka lama. Hasil yang ditargetkan mencakup penyusunan laporan transparansi publik setiap tahun, pembentukan sistem tata kelola digital yang terintegrasi, realisasi model bisnis kampus yang mandiri tanpa menimbulkan beban pada mahasiswa, serta pertumbuhan unit-unit bisnis kampus yang didasarkan pada penelitian dan inovasi.

Dalam jangka panjang, transformasi ini diharapkan mampu meningkatkan reputasi global di kanca Internasional sehingga menghasilkan lulusan yang lebih kompetitif mampu bersaing dengan pasar internasional, membangun ekosistem riset berstandar internasional, memperkuat stabilitas dan kesehatan keuangan kampus negeri, serta dapat meningkatkan kepercayaan publik untuk memilih kampus di dalam negeri.***

Exit mobile version