Site icon Cantara.id

OJK Purwokerto: UMKM Masih Jadi Penopang, BPR Menghadapi Tantangan Kredit Bermasalah

PORTAL PURWOKERTO-Kantor Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Purwokerto mencatat sektor jasa keuangan di wilayah eks Karesidenan Banyumas tetap stabil dan tumbuh positif hingga Agustus 2025.

Pertumbuhan tersebut salah satunya didorong oleh peran kuat Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam pembiayaan produktif.

Dalam laporan resmi yang dirilis pada 15 Oktober 2025, OJK Purwokerto menyebut bahwa lebih dari 51% penyaluran kredit dan pembiayaan BPR/S disalurkan kepada sektor UMKM, dengan porsi terbesar pada bidang perdagangan besar dan eceran.

Kondisi ini menunjukkan bahwa UMKM masih menjadi tulang punggung perekonomian daerah di Banyumas dan sekitarnya.

Dari sisi kinerja perbankan, total aset, dana pihak ketiga (DPK), dan kredit masing-masing tumbuh sebesar 4,11%, 3,53%, dan 5,93% secara tahunan (year on year).

Namun, tantangan masih dihadapi oleh Bank Perkreditan Rakyat (BPR/S) yang mengalami kontraksi pada beberapa indikator.

Pada Agustus 2025, aset BPR/S turun sebesar 3,10% (yoy), DPK turun 1,13% (yoy), dan kredit berkurang 3,17% (yoy).

Selain itu, rasio kredit bermasalah (NPL) masih berada di tingkat tinggi yaitu 21,97%, yang disebabkan oleh proses normalisasi kredit restrukturisasi pasca-pandemi Covid-19.

OJK menilai kondisi tersebut perlu mendapat perhatian agar fungsi intermediasi BPR tetap berjalan optimal.

Peningkatan manajemen risiko dan perbaikan kualitas portofolio menjadi langkah penting untuk menjaga stabilitas sektor keuangan daerah.

Dengan dukungan perbankan yang sehat dan kontribusi besar dari sektor UMKM, OJK optimis kinerja sektor keuangan di Banyumas akan tetap terjaga dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi regional. ***

Exit mobile version