
PILIHAN RAKYAT– Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, akan mencabut moratorium (penghentian sementara) pembangunan kawasan permukiman atau yang dikenal sebagai perumahan bersubsidi khususnya di wilayah Kecamatan Cigugur dan Kecamatan Kuningan.
Sebelumnya, Bupati Kuningan sebelumnya, Acep Purnama, mengeluarkan surat edaran penangguhan sementara pembangunan kawasan permukiman atau disebut perumahan bersubsidi khususnya di dua wilayah kecamatan tersebut.
Bupati sebelumnya menghentikan hal tersebut karena terlalu banyak pengembangan besar di lereng atau sebelah barat Kuningan. Pemberhentian sementara atau moratorium mulai tahun 2022 hingga 2025 belum dicabut.
Pada tahun 2025 ini Bupati Dian Rachmat Yanuar berkeinginan untuk mencabut dengan pertimbangan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. “Karena yang namanya kebutuhan papan (rumah) itu kebutuhan dasar manusia,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Kuningan, Putu Bagiasna.
“Selain itu, ada surat edaran Menteri Dalam Negeri dan Menteri Perumahan untuk mendukung tiga juta rumah. Oleh karena itu, bupati ingin mencabut moratorium di Kecamatan Kuningan dan Kecamatan Cigugur,” katanya lagi.
Ia menambahkan, untuk mencabut moratorium pengembangan perumahan bersubsidi di wilayah Kecamatan Cigugur dan Kecamatan Kuningan, pihaknya melakukan kajian dengan melibatkan pihak terkait.
Selanjutnya, katanya, sudah banyak orang yang ingin berinvestasi di Kabupaten Kuningan. Tapi sebelum dicabut, pihaknya membentuk tim dengan melibatkan berbagai unsur. Berbagai pihak mendukung pencabutan moratorium tersebut.
“Kami juga telah berkonsultasi dengan pihak akademisi, Profesor Suwari dari universitas Uniku. Intinya, wilayah Cigugur dan Kuningan masih banyak lahan yang dapat dikembangkan untuk kawasan perumahan,” katanya.
Sekarang, kata Putu, sudah ada beberapa investor yang mulai melakukan proses izin untuk membangun permukiman bersubsidi di sekitar Kelurahan Citangtu Putu dan daerah lainnya.
Ia berharap, dengan pencabutan moratorium pengembangan perumahan bersubsidi akan berdampak terhadap perekonomian masyarakat, kesejahteraan masyarakat Kabupaten Kuningan.***
