Site icon Cantara.id

Perjanjian Eropa-Mercosur Tertunda, Harapan Global Eropa Terancam

Perjanjian Dagang UE-Mercosur Kembali Tertunda

Perjanjian dagang bebas antara Uni Eropa (UE) dan kelompok negara Amerika Selatan, Mercosur, kembali menghadapi tantangan besar. Upaya untuk menyelesaikan kesepakatan ini yang telah berlangsung selama 25 tahun terbentur oleh perpecahan internal di dalam UE. Dalam laporan terbaru, Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen seharusnya menandatangani perjanjian tersebut pada akhir Desember 2025, tetapi tindakan tersebut ditunda karena ketidaksepahaman dari beberapa negara anggota UE.

Persiapan Awal dan Penundaan

Pada awalnya, Von der Leyen direncanakan untuk menandatangani perjanjian perdagangan bebas terbesar UE pada hari Sabtu, 21 Desember 2025. Namun, penundaan terjadi karena kekhawatiran dari sejumlah negara anggota UE, termasuk Italia, terkait dampaknya terhadap sektor pertanian domestik. Pihak-pihak tersebut memilih untuk menunda kesepakatan hingga mereka dapat mencari solusi yang lebih baik.

Kekhawatiran Terhadap Sektor Pertanian

Negara-negara seperti Italia merasa bahwa perjanjian ini bisa memberikan tekanan berlebihan terhadap petani lokal mereka. Hal ini menyebabkan aksi protes oleh ribuan petani di Brussel, dengan tindakan seperti membakar ban dan menumpahkan kentang di jalanan. Para pejabat UE mencoba menemukan jalan tengah dengan menambahkan perlindungan baru bagi petani Eropa, namun langkah ini belum berhasil mengatasi masalah utama.

Keberlanjutan Perjanjian

Meskipun ada penundaan, para pemimpin UE tetap optimis bahwa kesepakatan masih dapat dicapai pada Januari 2026. Von der Leyen menyatakan bahwa penundaan selama tiga minggu masih dapat diterima setelah 25 tahun perundingan. Ia juga menunjukkan keyakinannya bahwa kesepakatan akan segera tercapai.

Peran Italia dalam Kesepakatan

Nasib perjanjian ini sangat bergantung pada Italia. Perdana Menteri Giorgia Meloni menyatakan bahwa negaranya membutuhkan waktu tambahan untuk mengamankan dukungan domestik. Meski demikian, ia menegaskan bahwa hanya dibutuhkan beberapa hari tambahan. Beberapa pihak percaya bahwa Italia akan menyetujui kesepakatan tersebut karena manfaat bagi eksportirnya, sementara yang lain lebih pesimistis.

Dampak pada Hubungan Dagang UE

Jika tidak ada penandatanganan pada tanggal 20 Desember, perjanjian ini dianggap mati dan akan berdampak pada hubungan dagang UE dengan negara-negara lain. Ketua Komite Perdagangan Parlemen Eropa, Bernd Lange, menyatakan bahwa hal ini akan memengaruhi kredibilitas UE dalam kebijakan perdagangan global.

Alternatif Kemitraan

Jika kebuntuan terus berlanjut, kedua blok berpotensi mengalihkan perhatian ke kemitraan lain. Mercosur sedang mengupayakan kesepakatan dengan Uni Emirat Arab serta menjajaki kerja sama dengan Kanada, Inggris, dan Jepang. Di sisi lain, UE juga berusaha merampungkan perjanjian dagang dengan India yang telah dinegosiasikan hampir dua dekade.

Harapan untuk Kredibilitas Global

Kanselir Jerman Friedrich Merz menekankan bahwa jika UE ingin tetap kredibel dalam kebijakan perdagangan global, keputusan harus diambil sekarang. Ini menunjukkan bahwa perjanjian dagang UE-Mercosur bukan hanya tentang ekonomi, tetapi juga tentang posisi Eropa sebagai pemain relevan dalam perekonomian global.




Exit mobile version