Site icon Cantara.id

Teknologi: Chromebook Lebih Efisien daripada Windows?

Perbandingan Chromebook dan Windows dalam Pengadaan Laptop

Asosiasi Pengusaha Teknologi dan Informasi Nasional (Aptiknas) serta Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (Apkomindo) menyatakan bahwa pengadaan laptop berbasis Chromebook lebih efisien dibanding perangkat berbasis Windows. Hal ini didasarkan pada biaya awal yang lebih rendah dan kemampuan untuk digunakan secara gratis selama masa penggunaan.

Ketua Umum Aptiknas dan Apkomindo, Soegiharto Santoso, menekankan bahwa pemilihan sistem operasi laptop sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan pengguna. Menurutnya, Chromebook lebih hemat dalam biaya awal, sedangkan Windows memiliki keunggulan dalam jangka panjang karena fleksibilitas aplikasinya.

Penggunaan di Sekolah

Untuk kebutuhan pendidikan, Chromebook dinilai cocok digunakan di sekolah dengan kebutuhan standar dan berbasis cloud. Hal ini terutama relevan mengingat kondisi infrastruktur Indonesia yang sangat beragam. Sementara itu, Windows dinilai lebih sesuai untuk kurikulum yang membutuhkan variasi aplikasi, khususnya di sekolah kejuruan.

“Pemilihan platform harus disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing sekolah,” ujar Soegiharto dalam keterangan resminya, dikutip Minggu, 14 Desember 2025.

Efisiensi Biaya

Pengadaan Chromebook diperkirakan bisa menghemat negara hingga Rp1,2 triliun. Potensi penghematan ini juga berlaku jika menghitung biaya perpanjangan layanan langganan perangkat berbasis cloud untuk pengelolaan terpusat.

Pandangan tersebut menjadi penting di tengah polemik pengadaan Chromebook pada periode 2020–2022 yang tengah disidik Kejaksaan Agung.

Biaya Sistem Operasi dan Aplikasi

Tidak ada biaya bulanan wajib jika hanya menggunakan Chromebook. Pengguna bisa menggunakan perangkat tersebut selamanya tanpa membayar langganan, selama cukup dengan penyimpanan gratis 15 GB dan fitur standar Google.

Perhitungan efisiensi ini muncul dari fakta bahwa sistem operasi Chromebook gratis, sementara OS Windows dibanderol antara US$ 50–100 per pengguna. Dengan total 1,2 juta unit Chromebook yang diadakan Kemendikbudristek dalam periode tersebut, penghematan diperkirakan mencapai lebih dari Rp1,2 triliun bila dibandingkan pengadaan laptop berbasis Windows.

Selain biaya sistem operasi, aplikasi bawaan Windows seperti Microsoft Office juga memerlukan biaya perpanjangan tahunan. Adapun aplikasi dasar seperti Google Docs, Google Sheet, dan Google Slides tidak dikenakan biaya tambahan, kecuali jika sekolah membutuhkan integrasi dengan Google Workspace untuk kapasitas penyimpanan lebih besar.

Pengelolaan Terpusat

Untuk pengelolaan terpusat, Chromebook membutuhkan Chrome Device Management (CDM) atau Chrome Education Upgrade dengan biaya satu kali sebesar US$ 30 per perangkat. Di sisi lain, perangkat Windows memerlukan Microsoft Intune for Education yang berbasis langganan dan biayanya mulai dari US$ 8 per bulan per pengguna.

Soegiharto menyebut Chrome Education Upgrade lebih efisien karena cukup dibayar sekali, sementara Intune memiliki biaya berulang. Meski begitu, efektivitasnya kembali pada tingkat kebutuhan sekolah. Chromebook sesuai untuk pengelolaan sederhana, sedangkan Intune unggul untuk lingkungan yang memakai berbagai layanan Microsoft.

Faktor Penting dalam Diskusi

Ia menambahkan bahwa kesesuaian aplikasi, biaya adaptasi teknologi, dan kebutuhan pelatihan guru maupun siswa adalah faktor penting yang sering terlewat dalam diskusi publik. Chromebook memang unggul di biaya awal, sementara Windows memberi fleksibilitas lebih luas dalam pemakaian jangka panjang.

Exit mobile version