Respons Kiai Sepuh PBNU atas Dinamika Internal

Forum kiai sepuh dan mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) memberikan respons terhadap dinamika yang sedang terjadi di tubuh organisasi. Respons ini disampaikan setelah Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, mengundang mustasyar, syuriyah, dan tanfidziyah PBNU untuk bersilaturahim pada Sabtu (6/12).

Beberapa tokoh yang hadir dalam pertemuan tersebut antara lain KH Said Aqil Siradj, KH Anwar Manshur, KH Ma’ruf Amin (via zoom), KH Nurul Huda Djazuli, KH Abdullah Ubab Maimoen (via zoom), Nyai Hj Sinta Nuriyah (via zoom), dan Nyai Hj Mahfudloh. Perwakilan dari syuriyah PBNU seperti H. Mohammad Nuh, KH Ali Akbar Marbun, KH Akhmad Said Asrori, hingga KH Mu’adz Thohir juga turut hadir.

Gus Muid, juru bicara Forum Kiai Sepuh, menyatakan bahwa para kiai sepuh menilai proses pemakzulan KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya oleh Syuriyah tidak sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi. Menurutnya, forum berpandangan bahwa proses pemakzulan ketua umum tidak sesuai dengan aturan organisasi sebagaimana ketentuan AD/ART.

Meski demikian, Gus Muid menambahkan bahwa forum kiai sepuh juga mencermati adanya informasi kuat mengenai dugaan pelanggaran atau kekeliruan serius dalam pengambilan keputusan oleh ketua umum. Ia menegaskan bahwa perlu diklarifikasi melalui mekanisme organisasi secara menyeluruh.

Forum kiai sepuh juga menyoroti beredarnya surat Syuriyah PBNU yang memuat agenda Rapat Pleno untuk penetapan Penjabat (Pj) Ketua Umum PBNU. Rencananya, rapat tersebut akan digelar di Hotel Sultan, Jakarta, pada 9–10 Desember 2025.

Untuk menghindari perluasan polemik, para kiai sepuh mendorong agar Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar dan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf segera bertemu dalam satu forum untuk membuka dialog dan mencari penyelesaian. Gus Muid menjelaskan bahwa kiai sepuh menyusulkan agar Rais Aam dan Ketua Umum PBNU bertemu di satu forum, forum apapun, agar hal-hal yang ada (persoalan PBNU) ini bisa dibicarakan.

Para kiai sepuh juga mengajak seluruh pihak untuk menahan diri, menjaga ketertiban organisasi, dan menghindari langkah yang dapat memperbesar ketegangan. Forum menegaskan bahwa persoalan ini hendaknya diselesaikan melalui mekanisme internal NU, tanpa melibatkan institusi atau proses eksternal, demi menjaga kewibawaan jam’iyah dan memelihara NU sebagai aset besar bangsa.

Langkah yang Diharapkan dari Seluruh Pihak

Berikut beberapa langkah yang diharapkan oleh forum kiai sepuh:

  • Meningkatkan komunikasi internal

    Para pemimpin dan anggota PBNU diminta untuk lebih aktif berkomunikasi dan saling mendengarkan pendapat masing-masing. Hal ini penting untuk menghindari kesalahpahaman dan meningkatkan kerja sama.

  • Menggunakan mekanisme resmi

    Semua masalah harus diselesaikan melalui prosedur yang telah ditetapkan oleh organisasi. Tidak boleh ada tindakan yang dilakukan di luar struktur resmi.

  • Menjaga stabilitas organisasi

    Seluruh pihak diharapkan tetap tenang dan tidak melakukan tindakan yang dapat merusak harmonisasi di dalam organisasi. Kepentingan bersama harus menjadi prioritas utama.

  • Menghindari konflik yang tidak perlu

    Forum kiai sepuh menekankan bahwa semua pihak harus menjaga sikap netral dan tidak terlibat dalam konflik yang tidak relevan.

Kesimpulan

Forum kiai sepuh PBNU menegaskan bahwa masalah yang sedang terjadi harus diselesaikan secara damai dan sesuai dengan aturan yang berlaku. Mereka berharap semua pihak dapat bekerja sama untuk menjaga kesehatan organisasi dan menjaga kepercayaan publik terhadap NU. Dengan dialog dan komunikasi yang baik, diharapkan segala permasalahan dapat segera terselesaikan.