Sejarah Baru yang Ditorehkan oleh Wahana Antarsolar NASA

Pada 15 November 2026, wahana antariksa NASA, Voyager 1, akan mencapai jarak satu hari cahaya dari Bumi. Jarak ini didefinisikan sebagai jarak yang ditempuh cahaya dalam ruang hampa selama 24 jam, yaitu sekitar 1,609×10^10 mil atau sekitar 16,09 miliar mil. Peristiwa ini menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah eksplorasi luar angkasa.

Misi Voyager 1 pada akhirnya akan berakhir ketika melampaui jangkauan komunikasi pada tahun 2036. Sumber energi yang digunakan oleh wahana ini juga hanya bertahan sementara, sehingga semua fungsinya akan berhenti sekitar waktu yang sama. Setelah itu, wahana antariksa ini akan terus melanjutkan perjalanannya tanpa intervensi manusia, terpengaruh hanya oleh kekuatan eksternal di luar angkasa.

Saat ini, Voyager 1 berada sekitar 15,67 miliar mil dari Bumi, yang menjadikannya lebih jauh daripada Voyager 2 sekitar 2,61 miliar mil. Misi ini telah mencapai beberapa pencapaian penting, termasuk melintasi heliopause dan memasuki ruang antarbintang pada 25 Agustus 2012. Dalam perjalanan tersebut, NASA masih dapat memperbaiki sistem Voyager 1 meskipun berada di jarak lebih dari 15 miliar mil dari Bumi.

Ketika Voyager 1 mencapai jarak satu hari cahaya dari Bumi, diperlukan satu hari penuh bagi sinyal radio untuk sampai ke wahana tersebut, dan satu hari lagi untuk responsnya kembali ke Bumi. Meskipun saat ini kita dapat memprediksi apa yang akan terjadi pada Voyager 1, kemungkinan besar kita akan menunggu cukup lama sebelum ada sesuatu yang menarik terjadi.

Meskipun telah melewati heliopause menuju ruang antarbintang, Voyager 1 masih perlu melewati Awan Oort. Estimasi menyebutkan bahwa wahana ini akan mencapai titik terdekat Awan Oort dalam waktu sekitar tiga abad. Namun, mungkin diperlukan waktu 30.000 tahun lagi untuk benar-benar melewatinya. Setelah itu, Voyager 1 akan menuju konstelasi Ophiuchus, dan pada tahun 40.272 M, ia akan berada sejauh 1,7 tahun cahaya dari sebuah bintang di dalam konstelasi Ursa Minor.

Voyager 1 diluncurkan pada 5 September 1977 dengan tujuan mempelajari planet-planet luar. Ia diluncurkan beberapa minggu setelah Voyager 2, dan kedua wahana ini telah mengunjungi wilayah terluar Tata Surya. Mereka memecahkan rekor sebagai objek buatan manusia terjauh yang pernah dibuat.

Selama hampir setengah abad, misi ini telah memberikan banyak data penting tentang planet-planet luar dan sifat Tata Surya kita. Salah satu faktor yang membuat Voyager 1 mampu mencapai jarak yang sangat jauh adalah posisi planet yang tepat saat peluncuran. Hal ini memungkinkan penggunaan bantuan gravitasi (dikenal sebagai manuver ketapel) untuk mempercepat perjalanannya keluar angkasa.

Akibatnya, Voyager 1 melaju dengan kecepatan sekitar 38.000 mil per jam. Meskipun kecepatan ini sangat tinggi dan merupakan prestasi rekayasa manusia yang luar biasa, kecepatannya jauh lebih lambat dibandingkan kecepatan cahaya. Namun, hal ini tetap menjadi bukti kemajuan teknologi dan semangat eksplorasi manusia terhadap alam semesta.