Peran Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Harga Bahan Pokok Selama Nataru
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak diharapkan dapat memastikan stabilitas harga kebutuhan bahan pokok menjelang libur Natal 2025 dan Tahun Baru (Nataru) 2026. Permintaan ini disampaikan oleh Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Lebak, Ade Andriana. Ia menekankan pentingnya pengawasan terhadap harga agar tidak terjadi lonjakan selama momen Nataru.
“Pastikan harga pada masa Nataru ini tetap stabil dan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah,” ujar Ade Andriana saat dihubungi melalui sambungan telepon, Sabtu (20/12/2025). Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu juga meminta Pemkab Lebak menjamin ketersediaan bahan pokok, sehingga tidak terjadi penimbunan maupun kenaikan harga yang tidak wajar.
“Harus dikontrol dengan baik agar tidak ada oknum pengusaha yang memainkan harga seenaknya,” katanya. Menurut Ade, kenaikan harga bahan pokok umumnya dipicu oleh terhambatnya distribusi. Oleh karena itu, hal tersebut harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
“Jika harga naik, biasanya disebabkan distribusi yang tidak lancar. Ini harus menjadi catatan penting bagi pemerintah daerah,” ujarnya. Meski demikian, Ade menyebut kondisi kebutuhan bahan pokok secara nasional saat ini masih relatif kondusif.
“Sejauh ini secara nasional masih terpantau kondusif, artinya harga dan stok masih stabil,” katanya. Namun, ia menekankan agar dinas terkait tetap melakukan pengawasan secara intensif menjelang dan selama libur Nataru.
“Tapi ini harus menjadi catatan bagi dinas terkait untuk terus mengawasi dan memastikan tadi,” sambungnya. Ade berharap, perayaan Natal dan Tahun Baru di Kabupaten Lebak dapat berlangsung aman, nyaman, dan kondusif.
“Harapannya seluruh rangkaian Nataru dapat berjalan kondusif, baik bagi umat Kristiani yang menjalankan ibadah maupun masyarakat yang berwisata ke Lebak,” ucapnya.
Latar Belakang Ade Andriana
Ade Andriana merupakan anggota DPRD Kabupaten Lebak periode 2024–2029. Politisi muda dari PKB tersebut resmi dilantik pada 28 Agustus 2024. Ia mewakili daerah pemilihan (Dapil) Lebak II yang meliputi Kecamatan Cipanas, Lebakgedong, Curugbitung, Maja, dan Sajira. Saat ini, ia menjabat sebagai Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Lebak.
Pada Pemilu Legislatif (Pileg) 2024, aktivis PMII itu meraih 4.334 suara. Dengan latar belakang sebagai aktivis dan politisi, Ade Andriana memiliki komitmen kuat untuk memastikan kesejahteraan masyarakat, terutama dalam menjaga stabilitas ekonomi dan harga bahan pokok selama momen penting seperti Nataru.
Langkah yang Diperlukan untuk Menjaga Stabilitas Pasokan
Untuk mencapai tujuan tersebut, beberapa langkah penting perlu dilakukan oleh pemerintah setempat. Pertama, diperlukan pengawasan yang lebih ketat terhadap pasar dan distributor bahan pokok. Dengan adanya pengawasan yang intensif, pemerintah dapat memastikan bahwa harga tetap sesuai dengan regulasi dan tidak terjadi praktik monopoli atau manipulasi harga.
Kedua, pemerintah perlu meningkatkan koordinasi antara dinas terkait dan pelaku usaha. Hal ini bertujuan untuk memastikan distribusi bahan pokok berjalan lancar, terutama di wilayah-wilayah yang rawan terhadap kelangkaan pasokan. Dengan distribusi yang baik, risiko kenaikan harga akibat kelangkaan bisa diminimalkan.
Selain itu, pemerintah juga perlu memberikan edukasi kepada masyarakat tentang cara menghadapi situasi harga yang fluktuatif. Edukasi ini bisa dilakukan melalui kampanye informasi dan sosialisasi yang berkelanjutan. Dengan pengetahuan yang cukup, masyarakat akan lebih siap menghadapi perubahan harga dan tidak mudah terpengaruh oleh isu-isu yang tidak jelas sumbernya.
Terakhir, pemerintah perlu memperkuat sistem pengawasan dan penegakan hukum terhadap pelaku usaha yang melanggar aturan. Dengan sanksi yang tegas, pemerintah dapat memberikan efek jera kepada para pelaku usaha yang ingin memanipulasi harga.
Kesimpulan
Dalam rangka menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok selama libur Nataru, pemerintah Kabupaten Lebak diharapkan dapat bekerja sama dengan berbagai pihak terkait. Dengan pengawasan yang ketat, koordinasi yang baik, dan edukasi yang tepat, masyarakat dapat merayakan Nataru dengan tenang dan nyaman.

Tinggalkan Balasan