Teguran Keras Bupati Tulungagung kepada Kepala Dinas Perhubungan
Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, memberikan teguran tajam kepada Kepala Dinas Perhubungan, Iswahyudi. Teguran ini muncul setelah lampu lalu lintas di simpang Apotek Kemuning dibiarkan tergeletak tanpa pemasangan. Kejadian tersebut terlihat dalam video yang diunggah langsung oleh bupati saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di kawasan Jalan Teuku Umar.
Dalam rekaman tersebut, Bupati Gatut Sunu terlihat menegur Iswahyudi dengan nada tinggi sambil menunjuk ke arah kamera. Ia mengkritik kinerja bawahannya yang dinilai tidak serius dan tidak menunjukkan keseriusan dalam menuntaskan pekerjaan. “Kerja tidak boleh biasa-biasa saja. Harus maksimal. Kalau tidak, nanti saya evaluasi,” ujar Bupati Gatut Sunu, menatap langsung Kepala Dinas Perhubungan.
Sorotan bupati bukan hanya terkait lampu lalu lintas yang mangkrak. Ia juga menyentuh lemahnya koordinasi antarorganisasi perangkat daerah. Menurutnya, komunikasi antara Dinas PUPR dan Dinas Perhubungan tidak berjalan sinkron sehingga menimbulkan masalah di lapangan.
Sikap tegas Bupati Gatut Sunu segera memantik reaksi publik. Sebagian warga menilai langkah bupati patut diapresiasi sebagai bentuk kepemimpinan yang tidak segan menegur pejabat. Namun, ada pula suara berbeda.
Hari, seorang warga yang menyaksikan video itu berpendapat bahwa teguran seharusnya diarahkan kepada Kepala Dinas PUPR. Alasannya, proyek pembangunan saluran dan trotoar di sekitar Jalan Teuku Umar berada di bawah tanggung jawab PUPR. “Proyek ini yang membangun kan Dinas PU. Harusnya yang mendapat ditegur keras juga Kepala Dinas PU karena lalai mengingatkan pemborongnya tidak memasang kembali lampu lalu lintas,” katanya, Minggu, 21 Desember.
Perdebatan di masyarakat menunjukkan adanya keraguan soal siapa yang paling bertanggung jawab atas terbengkalainya fasilitas publik itu. Meski begitu, ketegasan bupati tetap dianggap sebagai sinyal bahwa pemerintah daerah tidak ingin menoleransi kelalaian. Publik berharap sikap keras itu berlanjut pada pengawasan anggaran yang lebih ketat, sehingga pembangunan infrastruktur di Tulungagung bisa berjalan sesuai rencana.
Bagi sebagian warga, teguran terbuka itu menjadi gambaran gaya kepemimpinan Bupati Gatut Sunu yang memilih transparansi ketimbang menutup-nutupi masalah. Mereka menilai langkah tersebut bisa memperkuat kepercayaan publik, sekaligus menjadi peringatan bagi pejabat lain agar tidak bekerja asal-asalan.
“Semoga para pejabat yang lain juga dapat meniru kinerja keras bupati, sehingga Tulungagung ke depan dapat menjadi jauh lebih baik,” tambahnya.
Dengan pro dan kontra yang muncul, satu hal yang jelas: masyarakat Tulungagung mendukung setiap langkah tegas bupati, serta menunggu konsistensi pemerintah daerah dalam memastikan setiap proyek berjalan rapi, terukur, dan tidak meninggalkan pekerjaan setengah jadi.

Tinggalkan Balasan