Apa itu Emiten

Apa itu Emiten? Fungsi dan Tujuan, Investor Wajib Tahu!!

Diposting pada

Apa itu emiten saham – Bagi investor yang baru memasuki pasar modal, pengertian emiten seringkali membingungkan. Setiap orang yang ingin berinvestasi di pasar modal harus memahami apa itu emiten.

Emiten adalah istilah yang sering Anda jumpai saat memasuki dunia pasar modal yang penuh tantangan. Apa itu emiten dan hal-hal terkait penting dalam dunia investasi saham akan dijelaskan di sini.

Apa Itu Emiten?

Di dalam dunia investasi, yang dimaksud dengan emiten merupakan istilah yang cukup umum dikenal oleh para investor dan pasar modal. Namun, masih banyak masyarakat yang belum memahami apa itu emiten.

Jadi apa itu emiten? Mengutip penjelasan dari situs resmi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), yang dimaksud dengan emiten adalah pihak yang melakukan penawaran umum, yaitu penawaran emiten untuk menjual efek kepada publik sesuai dengan prosedur. ditentukan oleh peraturan yang berlaku. undang undang Undang.

Emiten lebih lanjut dapat berbentuk individu, perusahaan, usaha patungan, asosiasi atau kelompok terorganisir.

Penawaran penerbit dapat berupa sekuritas terkonfirmasi utang, surat berharga komersial, saham, obligasi, sertifikat utang, unit kontrak investasi kolektif, kontrak berjangka sekuritas, dan turunan sekuritas apa pun.

Jenis sekuritas lainnya adalah sukuk, atau sekuritas syariah, yaitu kontrak dan metode penerbitan yang sesuai dengan prinsip syariah pasar modal. Umumnya emiten melakukan penawaran efek berupa saham, obligasi, dan sukuk melalui pasar modal.

Sementara itu, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), emiten diartikan sebagai badan usaha yang menerbitkan surat-surat wesel untuk ditransaksikan.

Jadi, emiten adalah perusahaan yang sahamnya diperdagangkan di pasar modal. Oleh karena itu, tidak semua perusahaan dapat disebut sebagai emiten.

Pengertian lain emiten adalah perusahaan, baik swasta maupun milik negara, yang mencari modal dari bursa efek dengan menerbitkan surat berharga. Emiten memang bisa perusahaan swasta atau perusahaan milik negara, perusahaan publik atau perusahaan swasta.

Oleh karena itu, emiten harus melakukan initial public offering (IPO) atau listing terlebih dahulu. Namun, ada perbedaan antara perusahaan publik dan emiten.

Masih dari situs OJK, menurut ketentuan umum Pasal 1 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, perseroan terbuka adalah perseroan terbatas.

Saham tersebut dimiliki oleh sekurang-kurangnya 300 (tiga ratus) pemegang saham dengan modal disetor paling sedikit Rp3.000.000.000,00 (tiga miliar rupiah), atau jumlah pemegang saham dan modal disetor sesuai dengan peraturan pemerintah.

Emiten harus mengajukan pernyataan pendaftaran untuk melakukan penawaran umum, dan perusahaan publik harus mengajukan pernyataan pendaftaran sebagai perusahaan publik.

Berdasarkan pernyataan pendaftaran, OJK memberikan pernyataan yang sah yang menunjukkan kelengkapan atau terpenuhinya semua prosedur dan persyaratan pernyataan pendaftaran yang diwajibkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Pernyataan kebenaran ini bukan merupakan izin untuk melakukan penawaran umum, juga bukan merupakan pernyataan Otoritas Jasa Keuangan bahwa informasi yang diungkapkan oleh emiten atau perusahaan tercatat adalah benar atau memadai.

Dengan demikian, perbedaan yang paling signifikan antara emiten dan emiten adalah emiten adalah pihak yang melakukan IPO, sedangkan emiten adalah perseroan terbatas (PT) yang melakukan IPO.

Apa Pengertian dari Emiten?

Emiten merupakan pihak dalam penawaran umum berdasarkan Undang-undang No. 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal.

Dalam hal ini, penawaran umum berbentuk surat berharga investasi, yang dapat berupa saham, obligasi, surat berharga, saham, token utang, dll.

Di Indonesia, emiten tidak hanya berbentuk badan usaha, tetapi juga perorangan, perkumpulan atau kelompok yang memiliki organisasi.

Apa Fungsi Emiten bagi Investor dan Perusahaan?

Setelah mengetahui apa itu emiten, mari kita jelaskan lebih lanjut apa itu peran emiten. Pada dasarnya, tujuan emiten adalah untuk memberi perusahaan atau pemilik bisnis akses ke modal tambahan.

Keberadaan emiten juga memberikan peluang investasi kepada masyarakat sehingga memperbaiki keadaan keuangannya.

Sedangkan fungsi utama emiten adalah menerbitkan efek kepada masyarakat. Selain itu, emiten juga bertanggung jawab untuk mengelola dana masyarakat tersebut dengan sebaik mungkin. Bentuk akuntabilitas ini ditunjukkan melalui publikasi laporan keuangan triwulanan emiten.

Dengan menerbitkan saham kepada publik, investor yang membeli saham tersebut menerima sebagian kepemilikan perusahaan dan menerima dividen.

Selain itu, emiten memiliki target penerbitan tertentu yang biasanya diputuskan oleh Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Berikut adalah beberapa tujuan tersebut:

  • Perluasan usaha, yaitu dana yang diperoleh dari investor digunakan untuk memperluas wilayah usaha, memperluas pasar, dan meningkatkan kapasitas produksi.
  • Memperbaiki struktur permodalan yaitu menyeimbangkan modal sendiri dan modal asing.
  • Transfer dari pemegang saham lama ke pemegang saham baru.

Artikel terkait


Cara Membaca Bid Offer
Cara mudah memahami order book saham
Apa itu window dressing

Bagaimana Efek yang Diperjualbelikan Emiten yang Baik?

Menurut kutipan BEI, ada berbagai jenis efek yang diperdagangkan emiten. Dibawah ini daftarnya.

1. Saham (Right Issue, Warrant)

Saham adalah penyertaan modal dalam korporasi atau LLC. Secara sederhana, saham adalah bukti kepemilikan dalam suatu perusahaan atau badan usaha. Jadi, jika Anda memiliki saham, Anda bisa disebut sebagai pemilik perusahaan.

Oleh karena itu, wajar jika saham disebut sekuritas. Hal ini karena saham merupakan bukti kepemilikan yang sah atas perusahaan.

2. Obligasi (Surat Utang)

Obligasi adalah surat utang jangka menengah dan panjang yang bisa dinegosiasikan, yang memuat janji penerbit untuk membayar imbalan kepada pembeli berupa bunga dalam jangka waktu tertentu dan melunasi pokok pinjaman pada waktu yang telah ditentukan. Obligasi dapat diterbitkan oleh perusahaan atau negara.

3. Reksa dana

Reksadana adalah salah satu pilihan investasi buat investor, terutama yang bermodal kecil dan tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko investasi.

Reksadana pun diharapkan mampu menaikkan peran investor lokal dalam berinvestasi di pasar modal Indonesia.

Secara umum, reksa dana bisa diartikan menjadi sarana yang digunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat untuk kemudian diinvestasikan dalam portofolio efek oleh manajer investasi.

4. Exchange Traded Fund (ETF)

ETF merupakan reksa dana berbentuk kontrak investasi kolektif yang unit penyertaannya diperdagangkan di bursa efek. Meskipun ETF sama dengan reksa dana, produk ini diperdagangkan seperti saham di bursa saham.

ETF adalah kombinasi reksa dana dalam hal pengelolaan uang dan mekanisme saham dalam hal perdagangan.

5. Derivatif (Kontrak Opsi Saham, Kontrak Berjangka)

Derivatif adalah kontrak atau perjanjian yang nilai atau peluang keuntungannya terkait dengan kinerja aset lain atau aset dasar. Surat Berharga Derivatif adalah turunan dari surat berharga “pokok”, baik berupa ekuitas maupun utang.

Sekuritas derivatif adalah derivatif langsung atau turunan selanjutnya dari sekuritas “pokok”.

Setelah memahami apa itu emiten, Anda memiliki niat untuk berinvestasi, dan mungkin Anda bisa mempertimbangkan obligasi sebagai produk investasi.

Obligasi sebenarnya tak sepopuler saham sebagai hasil investasi, akan tetapi obligasi dapat menjadi entry point untuk mulai berinvestasi, yang bisa menambah penghasilan sekaligus tetap menjaga produktivitas.

Pemegang investasi obligasi biasanya menerima token kepemilikan dalam bentuk kupon atau bunga. Jika Anda memilih obligasi yang diterbitkan oleh pemerintah atau korporasi, biasanya Anda akan menerima pembayaran kupon reguler.

Kupon ini menjadi bukti maupun simbol bahwa Anda memperoleh keuntungan pada saat Anda berinvestasi di obligasi tersebut. Manfaat mendapatkan penghasilan tetap menjadikan obligasi salah satu investasi terbaik yang bisa Anda miliki.

Tujuan Perusahaan Menjadi Emiten

Target utama suatu perusahaan sebagai emiten adalah untuk menerbitkan sekuritas kepada publik. Selain itu, menjadi tanggung jawab emiten untuk mengelola dana masyarakat tersebut dengan sebaik mungkin.

Bentuk akuntabilitas ini ditunjukkan melalui publikasi laporan keuangan triwulanan emiten.

Jika suatu perusahaan ingin menjadi emiten, perusahaan tersebut dapat melakukan initial public offering (IPO), atau penawaran umum perdana saham.

Melalui penawaran umum saham, investor di pasar modal dapat membeli saham dan memperoleh sebagian kepemilikan perusahaan.

Tujuan Utama Perusahaan Emiten

Setiap perusahaan memiliki tujuannya sendiri dalam hal jual beli sekuritas, dan ini biasanya ditulis dalam rapat pemegang saham atau rapat umum. Oleh karena itu, tujuan Emiten adalah untuk:

1. Memperbaiki Struktur Modal Usaha

Tujuan utama emiten adalah membenahi struktur permodalan atau capital structure. Alasannya, struktur modal yang sehat dengan ekuitas dan saldo utang merupakan kondisi operasi yang paling ideal.

Jika perusahaan memiliki lebih banyak hutang daripada arus kas, menerbitkan saham mungkin menjadi solusinya.

2. Melakukan Ekspansi Bisnis

Emiten pun mempunyai tujuan ekspansi bisnis. Setiap bisnis memiliki ambisi untuk menduduki pangsa pasar seluas mungkin. Jika arus kas perusahaan tidak mencukupi untuk mendanai ekspansi, perusahaan dapat go public.

3. Melindungi Perusahaan dari Risiko Bangkrut

Emiten merupakan cara untuk menjaga perusahaan dari kebangkrutan. Menariknya, likuidasi dana investor dapat dimanfaatkan dengan sangat baik untuk menambal sektor yang berujung kebangkrutan.

4. Mengalihkan Kepemilikan Saham

Emiten dapat mentransfer ekuitas kepada orang lain. Jika seorang investor dengan persentase saham yang tinggi bosan atau bermasalah dengan urusan internal perusahaan, kemudian investor tersebut dapat melepaskan sahamnya dan menjualnya kepada orang lain.

Perbedaan Emiten dan Perusahaan Publik

Perusahaan publik merupakan perusahaan yang menerbitkan saham bagi publik. Pada saat yang sama, emiten tidak hanya menawarkan saham, tetapi juga menerbitkan obligasi syariah dalam bentuk obligasi, seperti sukuk.

Setiap perusahaan publik adalah emiten, tetapi tidak setiap emiten adalah perusahaan publik.

Menurut Undang-Undang Nomor 40 (UU) Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, perusahaan terbuka adalah perseroan yang sahamnya dimiliki oleh paling sedikit 300 pemegang saham dan modal disetor paling sedikit Rp3 miliar.

Artinya perusahaan terbuka adalah perusahaan terbuka yang sahamnya diperdagangkan kepada masyarakat. Sementara itu, ada emiten yang hanya menjual saham dalam bentuk obligasi namun tidak menjual sahamnya kepada publik.

Bagaiaman Syarat untuk Menjadi Emiten yang Baik?

Sebuah perusahaan perlu memenuhi beberapa persyaratan jika ingin mendapatkan tempat di pasar modal. Persyaratan untuk menjadi emiten adalah sebagai berikut: 

  • Efek yang dimaksudkan untuk diterbitkan dan diperdagangkan kepada investor di pasar modal.
  • Untuk menjadi emiten, perusahaan harus memastikan bahwa sekuritas yang diusulkan untuk diterbitkan adalah sesuai dan sah secara hukum.
  • Perusahaan perlu menyediakan informasi selengkap dan sejelas mungkin.

Selain masalah tersebut di atas, beberapa dokumen yang perlu disiapkan dan diserahkan sebagai persyaratan registrasi emiten antara lain:

  • Dokumen ini memuat informasi tambahan yang diwajibkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
  • Catatan laporan keuangan perusahaan yang diaudit oleh akuntan publik.
  • Resume anggota dewan, direktur atau posisi setara lainnya.
  • Nasihat tentang Hukum yang Berlaku.
  • Perjanjian dengan Penjamin Emisi.
  • Pernyataan komitmen emiten.
  • Persyaratan dokumentasi, seperti yang dimiliki oleh emiten kecil dan emiten menengah.
  • Pasar modal mendukung pernyataan profesional.

Manfaat Pasar Modal bagi Emiten

Emiten di pasar modal, baik perorangan maupun lembaga, perusahaan maupun organisasi, memerlukan dana untuk menjalankan usahanya. Oleh karena itu, pasar modal merupakan sarana bagi investor dan emiten untuk bertemu dan bertransaksi.

Adanya fasilitas seperti pasar modal emiten tentunya membawa manfaat bagi roda kegiatan ekonomi, antara lain:

  • Perusahaan atau pebisnis yang baru memulai dan memerlukan modal tentu terbantu dengan kehadiran emiten di bursa modal.
  • Manfaat dan fungsi pasar modal buat emiten pun turut mendukung produktivitas usaha karena mendapat suntikan modal dan usaha dapat tumbuh atau berkembang. Selain itu, lapangan kerja akan terbuka luas karena kebutuhan sumber daya manusia yang meningkat.
  • Emiten juga dapat berperan dalam menyeimbangkan modal sendiri dengan perusahaan asing.
  • Perkembangan aktivitas investasi di pasar modal berkontribusi terhadap proses perkembangan ekonomi nasional dan meningkatkan literasi keuangan investor.

Sebagaimana telah dikemukakan di atas, pasar modal menguntungkan emiten sebagai sarana jual beli efek yang ditawarkan kepada masyarakat sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Dengan demikian, perlindungan investor dapat terpantau karena sifat perusahaan yang terbuka dan akses yang lebih mudah.

Kegiatan investasi juga dapat dilakukan dengan aman dan masyarakat terlindungi dengan informasi yang transparan. Hal ini dapat meningkatkan daya beli masyarakat, kepercayaan masyarakat terhadap penawaran layanan lembaga keuangan, dan tumbuhnya bisnis baru.

Perlu diingat bahwa kegiatan investasi mengandung risiko. Sebelum melakukan aktivitas investasi, perlu dipahami profil risiko dari investasi yang dipilih agar Anda bisa memperkirakan keuntungan yang akan Anda terima nantinya.

Oleh karena itu, silahkan sesuaikan profil risiko Anda dengan sarana investasi yang dipilih.

Bagaimana Contoh Emiten yang Sudah Terpercaya?

Contoh emiten di Bursa Efek Indonesia dapat dilihat di daftar IDX30. Daftar tersebut memuat emiten-emiten dengan investasi besar dan likuiditas yang baik. Selanjutnya daftar lengkapnya.

  1. Bank Mandiri atau BMRI
  2. Charoen Pokphand Indonesia atau CPIN
  3. Elang Mahkota Teknologi atau EMTK
  4. XL Axiata atau EXCL
  5. Adaro Energy atau ADRO
  6. Bank Negara Indonesia atau BBNI
  7. Merdeka Copper Gold atau MDKA
  8. Barito Pacific atau BRPT
  9. Astra International atau ASII
  10. Bank Rakyat Indonesia atau BBRI 
  11. Aneka Tambang atau ANTM 
  12. Perusahaan Gas Negara atau PGAS
  13. Indofood CBP Sukses Makmur atau ICBP
  14. Indah Kiat Pulp & Paper atau INKP
  15. Timah atau TINS 
  16. Telkom Indonesia atau TLKM
  17. Vale Indonesia atau INCO
  18. Semen Indonesia atau SMGR
  19. Bank Central Asia atau BBCA.
  20. Tower Bersama Infrastructure atau TBIG
  21. Unilever Indonesia atau UNVR
  22. Bukalapak.com atau BUKA
  23. Waskita Karya atau WSKT
  24. Bank Tabungan Negara atau BBTN
  25. Indofood Sukses Makmur atau INDF
  26. Mitra Keluarga atau MIKA
  27. Kalbe Farma atau KLBF
  28. United Tractors atau UNTR
  29. Bukit Asam atau PTBA
  30. Sarana Menara Nusantara atau TOWR

Artikel terkait


Syarat mendirikan perusahaan sekuritas
Contoh rups perusahaan
Cara mengeluarkan pemegang saham

Kesimpulan

Nah, itu dia yang perlu Anda pahami tentang penjelaskan apa itu emiten. Ketika ingin berinvestasi di suatu emiten, Anda perlu melihat track record perusahaan tersebut.

Dengan mengetahui rekam jejak perusahaan, Anda bisa mengetahui emiten-emiten menarik dengan potensi kemajuan yang baik di masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *