Apa itu Scalping Saham

Apa itu Scalping Saham? Strategi dan Trik Sukses Scalping !!

Diposting pada

Apa itu scalping saham – Berinvestasi saham melibatkan berbagai teknik yang dapat digunakan saat berdagang, termasuk scalping dan swing trading. Eits, kalau kamu baru mengenal keduanya, sebaiknya pelajari lebih dalam mengenai scalping dan volatilitas terlebih dahulu agar tidak salah langkah.

Meskipun ada banyak cara untuk berspekulasi di saham, jangan sampai Anda melakukannya hanya untuk ikut-ikutan. Beri tahu kami apa itu scalping saham dan hal-hal penting lainnya melalui artikel berikut.

Apa itu Scalping Saham?

Dalam artian, scalping dalam trading saham adalah strategi untuk mendapatkan keuntungan secara cepat, entah itu setiap hari atau hanya beberapa detik saja. Trader yang menggunakan strategi scalping saham ini juga dikenal sebagai scalper.

Seorang scalper melakukan transaksi pembelian saham kemudian menjual kembali saham tersebut dengan menetapkan target yang tidak terlalu tinggi dalam pergerakan harga harian saham tersebut.

Oleh karena itu, scalper sering berdagang karena dia dapat membeli dan menjual sahamnya selama periode waktu tertentu atau dalam satu sesi perdagangan.

Seorang scalper harus memantau pergerakan pasar sepanjang sesi trading, biasanya seorang scalper memiliki waktu yang cukup untuk trading saham dan dilakukan oleh seseorang yang sudah mahir dalam trading saham atau memiliki pengalaman yang cukup.

Scalper sering dapat membaca tren berdasarkan analisis teknis, mengambil posisi pada harga terendah untuk membeli saham untuk melihat apakah ada potensi atau sinyal untuk naik ke harga tertinggi untuk saham yang mereka targetkan.

Apa Perbedaan Scalping Saham dan Swing Trading?

Scalping dan swing trading mungkin tampak serupa secara teori, tetapi sebenarnya memiliki beberapa perbedaan utama. Penting untuk dicatat bahwa scalping saham termasuk dalam day trading, tetapi tidak semua strategi day trading melibatkan scalping. Untuk memahami perbedaan antara kedua pendekatan ini, mari selami detailnya.

#1. Scalping Saham

Strategi perdagangan dalam hitungan menit atau detik, seperti scalping, melibatkan banyak perdagangan untung kecil daripada perdagangan untung besar. Jumlah perdagangan bisa ratusan dalam satu hari.

Trading menggunakan tick chart atau chart selama 1-5 menit merupakan metode scalping yang populer. Ini melibatkan terus memantau target keuntungan yang lebih kecil. Namun, penting untuk diperhatikan bahwa scalping saham tidak disarankan untuk trader yang tidak berpengalaman karena memiliki tingkat risiko yang lebih tinggi.

#2. Swing Trading

Swing trading dilakukan selama berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan. Kebanyakan swing trade dilakukan dalam hitungan hari. Jumlah perdagangan yang menggunakan swing trading hanya sebagian kecil. Grafik yang digunakan dalam swing trading bisa harian atau mingguan.

Swing trading memiliki target keuntungan yang sederhana, namun lebih besar dari scalping saham. Pedagang membutuhkan informasi terbaru tentang acara atau berita perusahaan. Swing trading cocok untuk investor pemula, menengah, dan lanjutan.

Baca Artikel lainya


Apa itu eps saham
Cara menghitung eps saham
Apa itu swing trading

Bagaimana Strategi Dalam Scalping Saham yang Baik?

Setiap gaya trading saham membutuhkan strategi yang berbeda, termasuk teknik scalping saham. Berikut adalah strategi yang dapat Anda gunakan saat trading scalping:

1. Membaca Tren Perdagangan

Saat Anda menggunakan strategi scalping saham, Anda harus jeli dan bisa membaca trend pergerakan pasar. Dengan menguasai skill ini, Anda bisa membaca dan mengetahui momen yang tepat untuk memanfaatkannya.

Tentu dibutuhkan waktu atau flight time yang tinggi untuk menguasai skill ini, namun jika Anda sudah ahli maka Anda bisa melakukan jual beli saham dalam waktu singkat karena sudah mengetahui pola pergerakan saham tersebut.

2. Bisa Menganalisa Saham

Dalam trading saham, Anda bisa menggunakan berbagai metode, namun yang paling umum adalah fundamental dan teknikal. Hal ini dikarenakan prinsip dasar scalping adalah memanfaatkan momentum pergerakan harga suatu saham, sehingga trader seringkali menggunakan technical analysis dalam scalping.

Namun Anda juga bisa mengkombinasikannya dengan metode lain sebagai penunjang proses pengambilan keputusan.

3. Memiliki kemampuan analisis teknikal

Prinsip dasar scalping adalah memanfaatkan momentum pergerakan harga saham, sehingga trader sering menggunakan technical analysis dalam scalping. Namun trader juga bisa mengkombinasikannya dengan metode lain seperti analisis fundamental sebagai penunjang dalam proses pengambilan keputusan.

Untuk mendukung kemampuan analisis teknikal, scalper seringkali menggunakan berbagai indikator teknikal, seperti moving average (MA), stochastic, dan Bollinger Bands. Berbagai indikator teknis ini akan membantu trader mengembangkan strategi masuk atau keluar saham.

4. Mencoba dengan swing trading

Scalping saham membeli dan menjual saham lebih cepat daripada perdagangan ayunan, jadi yang terbaik adalah menerapkan strategi perdagangan ayunan terlebih dahulu, dengan kecepatan yang sedikit lebih lambat, mungkin mingguan atau bulanan, sedangkan perdagangan scalping saham dalam irama yang cukup singkat.

“Strategi swing trading biasanya dilakukan secara mingguan atau bulanan, jadi biasakan terlebih dahulu untuk melihat karakteristik atau pola saham yang terbentuk. Setelah terbiasa, Anda bisa mulai melakukannya dengan lebih tinggi intensitas dan untuk periode waktu yang lebih singkat (Scalping saham).

5. Manajemen keuangan dan risiko

Ketika Anda ingin menjadi seorang scalper, Anda membutuhkan kemampuan untuk mengelola risiko dan membatasi kerugian. Manajemen stok yang kuat juga dapat membantu mencapai keuntungan yang konsisten.

“Karena prinsip scalping adalah membiarkan scalper mendapatkan lebih banyak keuntungan dari jumlah transaksi yang banyak.”

6. Fokus dan disiplin dengan trading plan

Cobalah untuk tetap fokus dan tetap berpegang pada rencana trading Anda. Disiplin memiliki rencana perdagangan yang meminimalkan kemungkinan mempertaruhkan kerugian terburuk. “Pedagang dapat memasang peringatan harga berdasarkan target harga berdasarkan rencana perdagangan mereka.

Dengan fitur ini, para scalper dan trader tidak akan melewatkan kesempatan untuk mendapatkan keuntungan saat harga saham mencapai harga yang diinginkan.

Tips & Cara Melakukan Scalping Saham dengan Baik !

Bagi individu yang dapat mencurahkan waktu yang diperlukan untuk melacak fluktuasi pasar saham dan memiliki kecenderungan untuk mengambil risiko, menerapkan strategi scalping saham mungkin menarik minat Anda. Berikut adalah beberapa tips berguna untuk Anda:

#1. Mulailah Secara Perlahan dari Swing Trading Terlebih Dahulu

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, perdagangan saham tidak boleh dilakukan oleh pemula karena risikonya tinggi.

Jadi, jika Anda sudah terbiasa trading saham dengan strategi atau teknik apapun dan ingin mencoba scalping saham, mulailah dengan perlahan.

Anda bisa mulai dengan swing trading terlebih dahulu. Pastikan Anda merasa nyaman dengan swing trading pada kerangka waktu sedang (hari hingga minggu).

Dengan swing trading, Anda tidak harus selalu memantau pasar saham secara real time. Lebih longgar seperti itu, dan kemudian ketika Anda terbiasa melakukan swing trading, Anda bisa mulai beralih ke scalping. Cakrawala waktu perdagangan jauh lebih sempit.

#2. Perdalam Kemampuan

Berinvestasi dapat dilakukan dengan modal yang sangat kecil. Oleh karena itu, Anda juga bisa mulai memperdalam skill trading saham dengan modal kecil. Tujuannya adalah untuk meminimalkan kemungkinan kerugian ketika Anda ingin mengetahui seberapa terampil Anda dalam analisis teknikal saham.

Selain itu, Anda juga tidak perlu mengincar divergensi harga yang besar agar tidak luput dari praktik scalping saham yang sebenarnya. Ketika Anda ingin memulai scalping, Anda harus memilih saham yang mudah dijual atau likuid.

#3. Pelajari dan Pahami Analisis Teknikal dan Gejolak Bursa

Untuk memasuki mode atau strategi trading baru, Anda tentunya harus menyadari betapa pentingnya mempelajari kembali dan memahami analisa teknikal saham.

Pastikan Anda juga mempelajari kembali cara membaca volatilitas pasar dalam hal tren dan momentum.

Ini sangat penting karena saat scalping, Anda akan menggunakannya sebagai strategi utama untuk bisa masuk dan keluar saham. Jangan lupa untuk mengetahui indikator teknikal yang sangat membantu untuk trading jangka pendek.

#4. Manfaatkan Screening di Luar Waktu Jual Beli Saham

Sebagai calon pemegang saham, menyaring saham membantu Anda memfilter untuk menemukan saham yang sesuai dengan kriteria spesifik Anda.

Untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi Anda, disarankan untuk menggunakan perangkat lunak khusus. Ini tidak hanya akan menghemat waktu Anda tetapi juga memungkinkan Anda untuk menghindari pengaruh subyektif saat memilih saham.

Saat Anda masuk kembali ke pasar saham di pagi hari, pastikan untuk melakukan pemeriksaan yang diperlukan malam ini. Dengan cara ini, Anda akan dapat menyiapkan data yang diperlukan.

#5. Jangan Lupa untuk Mempersiapkan Peralatan

Pemantauan dilakukan secara real time saat scalping saham. Untuk memastikan mobilitas tinggi, seseorang harus menjamin bahwa perangkat yang digunakan mendukungnya dengan spesifikasi terbaik.

Pastikan untuk menggunakan komputer daripada mengandalkan smartphone, karena yang terakhir terhambat oleh keterbatasan fungsional. Selain itu, pastikan Anda memiliki koneksi internet yang andal untuk menghindari gangguan pada proses scalping saham.

#6. Cari Tahu Broker yang Hendak Dipilih

Sebaliknya, mencari tahu broker mana yang harus dipilih adalah langkah penting berikutnya dalam scalping saham. Penting untuk mempertimbangkan sekuritas terbaik untuk scalping saham.

Saham yang cocok untuk scalping bisa ditentukan juga. Pedagang yang hanya menyimpan saham dalam hitungan menit dan terlibat dalam sejumlah besar transaksi mungkin mendapati pilihan mereka dibatasi oleh pialang tertentu. Hasil yang berkurang juga dapat terjadi karena biaya tambahan yang dibebankan oleh beberapa broker.

Oleh karena itu, penting untuk membiasakan diri dengan broker yang nantinya akan Anda pilih. Pastikan untuk mengumpulkan semua detail yang diperlukan, seperti biaya yang terkait dengan pembelian dan penjualan saham, untuk setiap transaksi yang terjadi.

#7. Sebaiknya Hindari Transaksi Margin dan Short Selling

Sebelum mulai berinvestasi dalam saham, penting untuk mengetahui bahwa investasi mencakup lebih dari sekadar uang tunai atau keuntungan. Kenyataannya, investor harus menerima kemungkinan kerugian, bahkan jika investasi awal mereka tidak menghasilkan keuntungan. Oleh karena itu, sangat penting untuk mempersiapkan diri secara memadai untuk berbagai macam risiko yang mungkin timbul selama proses perdagangan.

Sebaiknya hindari penggunaan dana pinjaman dari broker dan yang dikenal dengan istilah margin. Gunakan modal sesuai dengan kemampuan finansial. Sebisa mungkin hindari short selling, yaitu menjual saham pinjaman dari broker kemudian membelinya kembali dengan harga murah.

#8. Perhitungkan Biaya Setiap Transaksi

Di setiap sesi, Anda akan terlibat dalam banyak transaksi saat scalping saham. Penting untuk menghitung biaya setiap transaksi karena biaya atau komisi harus dibayarkan kepada broker untuk transaksi tersebut. Tip bermanfaat lainnya untuk scalping saham adalah mengingat hal ini.

Selain menyediakan akses ke pasar saham, broker juga menawarkan berbagai tarif komisi. Tanyakan apakah broker yang ingin Anda pilih mengizinkan trader untuk melakukan scalping saham. Sepertinya poin enam ini berkaitan dengan poin satu, di mana Anda memang harus mengenali siapa yang akan menjadi broker pilihan Anda.

#9. Amati Trend

Tidak disarankan bagi pemula untuk terlibat dalam scalping saham. Namun, jika Anda sudah terbiasa dengan teknik atau strategi trading saham lainnya, Anda bisa mencoba stock scalping.

Untuk mencapai keuntungan yang lebih besar, penting untuk memantau tren perdagangan dengan hati-hati.

Indikator Teknikal Saham untuk Scalping

Beberapa indikator teknikal yang biasa digunakan oleh para scalper, antara lain sebagai berikut:

#1. Moving Average (MA)

Dalam perdagangan saham, scalper menganggap indikator teknis rata-rata bergerak ini sangat berguna karena kesederhanaannya. Selain itu, ini dapat menentukan batas support atau resistance dan bahkan menetapkan kerangka waktu.

#2. Stochastic

Dengan menggunakan indikator stochastic, scalper biasanya menentukan apakah momentum saham sedang bullish atau bearish.

#3. Bollinger bands

Scalper sering mengandalkan Bollinger bands sebagai indikator terakhir mereka saat memperdagangkan saham. Jika pita bawah tersentuh oleh harga, ini bisa menandakan peluang yang menguntungkan untuk memasuki posisi beli.

Scalper biasanya akan bersiap menjual jika harga suatu saham sudah menyentuh upper line atau upper band. Sebaliknya, jika tidak, mereka tidak akan bersiap untuk menjual.

Daripada terburu-buru berinvestasi, penting untuk mempertimbangkan teknik, indikator, dan apa itu scalping saham sebelum memutuskan untuk mencobanya atau tidak. Bahkan dengan tip yang telah Anda kumpulkan, selalu bijaksana untuk meluangkan waktu dan tidak melompat ke sesuatu terlalu cepat.

Artikel terkait


Cara scalping saham
Teknik scalping saham yang akurat
Cara memilih time frame yang akurat

Setelah terbiasa, Anda bisa mulai dengan berinvestasi di saham yang lebih lugas dan mudah dipahami. Setelah Anda merasa nyaman dengan ini, Anda kemudian dapat melakukan scalping saham, jika Anda menginginkannya.

Anda tetap bisa mendapatkan keuntungan dari setiap saham yang Anda beli atau jual dengan cara belajar pelan-pelan seperti itu.

Dengan mengakses cantara.id, Anda bisa mendapatkan informasi tambahan mengenai saham, termasuk tips mencari saham murah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *