Berita Populer Kota Batam: Isu Korupsi, Persiapan Nataru, dan Tragedi Pembunuhan
Beberapa peristiwa penting di Kota Batam pada hari Sabtu (20/12/205) menarik perhatian publik. Berikut adalah rangkuman berita yang paling diminati masyarakat.
Laporan PMKRI ke Badan Kehormatan DPRD Batam
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Batam dengan inisial SC tengah menjadi sorotan setelah dugaan penyalahgunaan dana bantuan partai politik. Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Batam melaporkan oknum anggota DPRD tersebut ke Badan Kehormatan (BK) DPRD Batam.
Ketua PMKRI Batam, Simeon Senang menjelaskan bahwa laporan ini telah disampaikan ke DPRD Batam. Namun, hingga kini belum ada perkembangan signifikan. PMKRI mengkritik adanya saling lempar tanggung jawab dalam internal DPRD terkait proses disposisi laporan tersebut.
Siaga Nataru, Imigrasi Batam Tambah Konter dan Pastikan Pengaturan Lalu Lintas Pelayaran

Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam bersama pengelola Pelabuhan Internasional Batam Center dan instansi terkait meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi arus penumpang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025–2026. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kelancaran pelayanan serta mencegah penumpukan antrean penumpang di pelabuhan internasional.
Instansi lintas sektor melakukan rapat koordinasi dan peninjauan fasilitas pendukung seperti autogate imigrasi, counter bea cukai hingga kesiapan ponton dan ruang tunggu pelabuhan. Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam, Hajar Aswad menyatakan bahwa pihaknya telah menyamakan persepsi dan membangun teamwork yang solid.
Sinergi ini melibatkan Imigrasi, Bea Cukai, Karantina (CIQ), pengelola pelabuhan dari BP Batam, KSOP, hingga Polri. Dengan kerja sama ini, diharapkan pelayanan kepada masyarakat bisa maksimal.
Alasan Bella Merantau ke Batam, Kini Tewas Dibunuh Kekasih

Di balik senyum ceria dan semangat merantaunya, Siska Bella (21) memikul beban besar sebagai tulang punggung keluarga. Perempuan muda asal Negeri Cahaya, Kabupaten OKU Selatan, Sumatera Selatan itu kini harus mengakhiri perjuangannya secara tragis setelah tewas dibunuh di kamar kosnya di Batam.
Fakta bahwa Bella menjadi andalan ekonomi keluarga di kampung halaman diungkapkan oleh Sisi, sahabat sekaligus teman sekampung korban, saat ditemui di Polsek Lubuk Baja, Jumat (19/12/2025) siang. Menurut Sisi, Bella telah satu tahun terakhir merantau ke Batam demi membantu ekonomi keluarga. Selama di Batam, ia bekerja di sebuah restoran cepat saji di kawasan Pinguin.
“Awalnya ke Batam ikut saya. Kami sempat satu kos di Batuaji. Tapi setelah dia dapat kerja di tempat baru, dia pindah kos sekitar Agustus kemarin,” ujar Sisi dengan mata berkaca-kaca. Kepergian Bella meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan teman-temannya di Batam.

Tinggalkan Balasan