Elsaday, Mahasiswa Tingkat Akhir yang Berjuang Sendirian di Rumah Sakit
Elsaday, seorang mahasiswa tingkat akhir dari Universitas Tomakaka, kini sedang menjalani perawatan di Ruang Isolasi Asoka, RSUD Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat. Ia terbaring lemah di satu sudut ruangan, tanpa ada keluarga atau kerabat yang menemani. Hanya deru napas berat dan selang oksigen yang mengiringi keadaannya. Pemandangan ini memicu simpati publik dan menjadi sorotan media.
Kondisi Medis yang Memprihatinkan
Elsaday dirawat karena kondisi medisnya yang cukup mengkhawatirkan. Ia mengalami infeksi, sesak napas, serta membutuhkan infus dan oksigen untuk membantu pernapasannya. Dari pantauan tim medis, ia terlihat menggunakan nasal kanula (selang oksigen kecil) untuk bantuan pernapasan. Tangan kirinya juga dibalut perban putih, menandakan adanya jarum infus yang terpasang.
Selain itu, tubuhnya tampak kurus dan mengalami penurunan massa otot, yang sering kali merupakan indikasi penyakit kronis seperti tuberkulosis (TB) dan komplikasi ginjal. Meski dalam kondisi yang tidak ideal, semangat Elsaday untuk menyelesaikan studinya belum padam. Di tengah rasa sakit dan kesakitan, ia tetap berjuang untuk menuntaskan masa-masa akhirnya sebagai mahasiswa.
Kesendirian yang Tak Terhindarkan
Kesendirian Elsaday di rumah sakit bukanlah hal baru. Menurut informasi dari pihak medis, ini adalah kesekian kalinya ia masuk ruang perawatan. Setiap kali dirawat, ia selalu datang sendirian. Hal ini disebabkan oleh kenyataan bahwa kedua orang tuanya telah meninggal dunia pada 2023 lalu di Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur (NTT). Keluarganya dulu merupakan peserta transmigrasi yang pindah ke Kalumpang, Mamuju, sejak tahun 1989.
Paman Elsaday, Asrial Adu (48), menjelaskan bahwa kakaknya saat ini berada di Mamuju namun harus bekerja dan hanya bisa pulang malam hari. “Betul, dia sendiri di RS. Kemarin saya baru datang dari Tobadak (Kabupaten Mamuju). Kakaknya ada di Mamuju, tapi harus bekerja dan baru bisa pulang malam hari,” ujarnya saat ditemui di RSUD Mamuju, Selasa (30/12/2025).
Proses Perawatan dan Pengawasan
Elsaday telah dirawat sejak 23 Desember 2025. Diagnosis dokter menunjukkan adanya infeksi yang memengaruhi kondisinya. Meski begitu, ia masih berusaha untuk bertahan hidup dan menyelesaikan studinya. Namun, kini ia harus lebih dulu bertarung untuk menyelamatkan nyawanya sendiri.
Menurut data dari Kementerian Kesehatan, lama waktu rawat inap merujuk pada pemantauan lama rawat pasien BPJS, yaitu proses pemantauan hari perawatan pasien atau biaya perawatan yang melebihi paket INA CBG’s. Pemantauan ini dilakukan oleh Manajer Pelayanan Pasien (MPP) secara berjenjang:
- Pemantauan Pasien rawat inap lebih dari 6 hari.
- Pemantauan pasien rawat inap lebih dari 9 hari.
- Pemantauan pasien rawat lebih dari 14 hari.
Tujuan dari pemantauan lama waktu rawat inap adalah untuk kendali mutu dan kendali waktu. Petunjuk teknis Sistem Indonesian Case Base Groups (INA-CBG’s) merupakan acuan bagi fasilitas kesehatan tingkat lanjutan, BPJS Kesehatan dan pihak lain yang terkait mengenai metode pembayaran INA-CBGs dalam pembayaran penyelenggaraan Jaminan Kesehatan.
Adapun kebijakan dalam pemantauan lama waktu rawat inap, antara lain:
- UU BPJS no 8 thn 2016 pasal 2 tentang kendali mutu dan kendali biaya.
- Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 71 Tahun 2013 tentang Pelayanan kesehatan Pada Jaminan kesehatan Nasional BAB VI Pasal 35.
- 03.05/11. 1/1336/2017 tentang Kebijakan Manajer Pelayanan Pasien (MPP) RSUP Fatmawati.
Prosedur pemantauan lama waktur rawat inap meliputi beberapa tahapan, mulai dari pemantauan hari pertama hingga hari ke-14. Setiap tahapan memiliki evaluasi dan tindakan yang harus dilakukan oleh tenaga medis.
Keadaan Saat Ini
Saat ini, Elsaday masih terbaring di tempat tidur rumah sakit standar dengan pagar pengaman terpasang. Di sampingnya, terdapat tabung oksigen besar berwarna biru. Ia terlihat sangat lemah, namun semangatnya untuk bertahan hidup tetap terasa.
Keadaan Elsaday menunjukkan betapa pentingnya dukungan dari keluarga dan lingkungan sekitar. Sayangnya, ia harus menghadapi semua ini sendirian. Semoga kondisinya segera membaik, dan ia bisa segera kembali menyelesaikan studinya dengan baik.

Tinggalkan Balasan