JAKARTA, Cantara.id
Antrean panjang terjadi di beberapa SPBU di Banda Aceh dalam beberapa hari terakhir. Antrean ini tidak hanya melibatkan kendaraan roda dua dan roda empat, tetapi juga banyak warga yang rela membawa jeriken untuk membeli bahan bakar minyak (BBM).
Kondisi ini muncul akibat kejadian bencana banjir yang sedang melanda wilayah tersebut. Warga merasa tidak memiliki pilihan lain selain antre untuk memenuhi kebutuhan BBM mereka.
Menurut Juru Bicara Pos Komando Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Aceh, Murthalamuddin, antrean yang mengular di SPBU bukan disebabkan oleh kelangkaan pasokan BBM. Ia menjelaskan bahwa gangguan utama berasal dari ketidakstabilan suplai listrik PLN.
“Secara stok tidak ada masalah dengan BBM di Banda Aceh. Gangguan terjadi karena ketersediaan listrik PLN yang tidak konstan, masih ada pemadaman bergilir sehingga pengisian BBM dalam jumlah besar ikut terhambat,” ujarnya.
Murthalamuddin juga menambahkan bahwa SPBU yang mengandalkan genset tidak bisa beroperasi 24 jam penuh. Hal ini menyebabkan antrean yang terjadi lebih dipengaruhi oleh kekhawatiran berlebihan di kalangan masyarakat.
Ia mengimbau warga untuk tidak panik dan menghindari tindakan panic buying. “Panic buying tidak diperlukan karena stok dijamin aman,” tambahnya.
Dalam pernyataan yang sama, Ketua Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Aceh, Nahrawi Noerdin, menyatakan bahwa suplai energi BBM di Aceh tetap aman. Namun, ia meminta PLN untuk memprioritaskan suplai listrik ke SPBU agar pelayanan dapat kembali normal.
“SPBU siap melayani masyarakat 24 jam, bahkan 100 jam kalau listrik stabil. Saat ini, rata-rata SPBU memakai genset dari pagi sampai malam, dan itu tidak mungkin dipaksakan terus,” katanya.
Penyebab Utama Antrean BBM
- Ketidakstabilan listrik PLN: Ketersediaan listrik yang tidak konstan menjadi hambatan utama dalam proses pengisian BBM. Pemadaman bergilir membuat SPBU kesulitan dalam melayani pelanggan.
- Ketergantungan pada genset: SPBU yang tidak memiliki pasokan listrik tetap harus menggunakan genset, yang tidak cukup efisien untuk operasi 24 jam.
- Kekhawatiran masyarakat: Masyarakat cenderung antre karena takut akan kehabisan BBM, meskipun stok secara umum aman.
Solusi yang Diharapkan
- Prioritas pasokan listrik: PLN diminta untuk memberikan prioritas pasokan listrik ke SPBU agar operasi dapat berjalan lancar.
- Peningkatan koordinasi: Perlu adanya koordinasi antara PLN dan SPBU untuk memastikan ketersediaan listrik yang stabil.
- Sosialisasi informasi: Masyarakat perlu diberikan informasi yang jelas tentang stok BBM agar tidak terjadi panic buying.
Kesimpulan
Meskipun stok BBM di Banda Aceh aman, antrean yang terjadi disebabkan oleh faktor eksternal seperti ketidakstabilan listrik dan kekhawatiran masyarakat. Diperlukan langkah-langkah yang tepat untuk mengatasi masalah ini, termasuk peningkatan koordinasi antara pihak terkait dan sosialisasi informasi yang akurat kepada masyarakat.

Tinggalkan Balasan