Kunjungan USG DPO PBB ke Markas Kontingen Garuda di Minusca
Pada tanggal 28 hingga 29 November 2025, Under Secretary General for the Department of Peace Operations (USG DPO) PBB, Jean-Pierre Lacroix, melakukan kunjungan kerja dua hari ke Markas Kontingen Garuda XXXVII-L/Minusca di Bangui, Republik Afrika Tengah. Kunjungan ini dilakukan dalam rangka meninjau kontribusi pasukan perdamaian Indonesia dan memperkuat kerja sama internasional dalam menjalankan misi penjaga perdamaian.
Kunjungan tersebut diawali dengan pertemuan townhall meeting yang dihadiri oleh berbagai pihak terkait, termasuk Special Representative of the Secretary-General (SRSG) Madam Valentine Rugwabiza, Force Commander, Acting Police Commissioner, Senior Leadership Team, serta para komandan satuan dari Kontingen Garuda dan peacekeepers lainnya. Pertemuan ini menjadi kesempatan untuk membahas pentingnya dukungan internasional dalam mendukung stabilitas dan proses pemilihan nasional di Republik Afrika Tengah.
Kegiatan Selama Kunjungan
Selain townhall meeting, Lacroix juga menghadiri makan malam bersama di Garuda Camp Indonesia FPU 7. Acara ini berlangsung hangat dan penuh keakraban, memberikan kesempatan bagi para peacekeepers untuk berdialog langsung dengan USG DPO. Suasana positif yang tercipta selama acara ini dinilai dapat memperkuat motivasi dan kebanggaan personel.
Keesokan harinya, Lacroix melaksanakan agenda bilateral dengan Indonesian Contingent di Garuda Camp. Ia disambut oleh Deputy Force Commander Minusca Mayor Jenderal TNI Maychel Asmi, Komandan Satgas Indo FPU 7 AKBP Norhayat, serta Komandan Satgas Kompi Zeni TNI Kontingen Garuda Letkol Czi Septian Hermawan Saputra. Dalam pertemuan ini, Lacroix meninjau secara langsung kontribusi harian dari unsur TNI dan Polri, termasuk kesiapan operasional serta fasilitas pendukung yang digunakan dalam pelaksanaan mandat perlindungan dan stabilisasi.
Lacroix menyampaikan apresiasi mendalam atas dedikasi, kedisiplinan, dan profesionalisme Pasukan Garuda. Ia menekankan bahwa PBB sangat menghargai kontribusi Indonesia dan peran penting Satgas Indo FPU 7 maupun Satgas Kizi TNI Kontingen Garuda dalam menjalankan mandat perdamaian di Minusca.
Profil Kontingen Garuda XXXVII-L/Minusca
Kontingen Garuda XXXVII-L/Minusca adalah bagian dari Pasukan Perdamaian Indonesia yang dikirim untuk bertugas dalam misi penjaga perdamaian PBB di Central African Republic (CAR) melalui misi MINUSCA. Nama “Kontingen Garuda” merujuk pada pasukan TNI/Polri yang dikirim Indonesia untuk mendukung misi perdamaian sejak tahun 1957.
Setiap kontingen memiliki kode nomor dan huruf yang menandai angkatan serta gelombang penugasannya. Kode “XXXVII-L” menunjukkan bahwa ini adalah kontingen ke-37 dengan kode penugasan “L”.
Tugas Utama Kontingen Garuda XXXVII-L/Minusca
Kontingen Garuda XXXVII-L/Minusca menjalankan mandat sesuai dengan tujuan misi MINUSCA, yaitu menjaga stabilitas, melindungi warga sipil, mendukung proses politik, dan membantu penyelenggaraan pemilu. Mereka bekerja di Bangui, Republik Afrika Tengah, dengan markas di Garuda Camp, bersama unsur peacekeepers Indonesia lainnya seperti FPU (Formed Police Unit) dari Polri.
Beberapa tugas utama yang dilakukan oleh kontingen ini antara lain:
- Mendukung stabilisasi keamanan
- Memberikan perlindungan terhadap warga sipil
- Melakukan rekonstruksi pasca-konflik
- Membantu persiapan dan pengamanan proses politik seperti pemilu
- Menjalankan operasi teknik, konstruksi, evakuasi, dan dukungan kemanusiaan
Kontingen ini juga bekerja erat dengan unsur internasional lainnya di bawah komando PBB, sehingga memastikan koordinasi yang efektif dalam menjalankan misi perdamaian.
Penutup
Kunjungan USG DPO PBB Jean-Pierre Lacroix ke Markas Kontingen Garuda XXXVII-L/Minusca mencerminkan pentingnya peran Indonesia dalam menjaga perdamaian di Republik Afrika Tengah. Dengan dedikasi dan profesionalisme yang tinggi, pasukan perdamaian Indonesia terus memberikan kontribusi nyata dalam upaya menstabilkan wilayah dan melindungi warga sipil. Hal ini tidak hanya memperkuat citra Indonesia sebagai negara yang peduli terhadap perdamaian global, tetapi juga meningkatkan kepercayaan internasional terhadap kemampuan dan komitmen Indonesia dalam menjalankan misi penjaga perdamaian.

Tinggalkan Balasan