Pertamina melakukan inovasi dalam distribusi LPG ke wilayah yang terisolasi. Kali ini, metode pengiriman dengan menggunakan helikopter melalui teknik sling load dilakukan untuk mempercepat penyaluran Bright Gas 12 kg ke Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh. Wilayah ini mengalami gangguan akses darat akibat bencana yang menyebabkan kesulitan dalam mendistribusikan kebutuhan energi.
Metode Pengiriman Sling Load
Pengiriman pertama Bright Gas 12 kg sebanyak 72 tabung dilakukan dengan metode sling load, yaitu cara menggantungkan barang menggunakan kabel atau sling pengaman. Proses ini juga dilengkapi dengan palet penyangga plastik dan safety net untuk memastikan keamanan selama penerbangan. Setiap tahapan proses telah melalui pengecekan dan prosedur keselamatan yang ketat, termasuk batas ketinggian terbang helikopter, panjang kabel/sling, serta penyusunan LPG agar dapat tiba dengan cepat dan aman.
Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri dan Direktur Utama Pertamina Patra Niaga Mars Ega Legowo Putra menyaksikan langsung proses pengiriman pertama dari Bandara Malikussaleh, Lhokseumawe. Simon menyampaikan apresiasi kepada TNI, BNPB, Polri, dan instansi terkait, serta perwira Pertamina yang terus hadir di lokasi untuk menyalurkan energi sekaligus melanjutkan tugas kemanusiaan.
Dampak dan Tujuan Pengiriman
“Kita telah menyerahkan bantuan kepada 164 posko dan membantu ketersediaan energi di 111 dapur umum. Selain itu, kami juga mendorong BBM, avtur, dan BBM untuk alat berat agar alat berat dapat berfungsi. Dengan demikian, pembangunan akses jalan yang terputus dapat dipercepat, sehingga semua wilayah dapat tersambung dan logistik serta kebutuhan lainnya dapat lebih lancar,” ujar Simon dalam keterangan tertulis.
Langkah ini merupakan tindak lanjut atas arahan Presiden pada Rapat Terbatas (Ratas) di Banda Aceh yang dipimpin oleh Presiden Republik Indonesia, Parbowo Subianto. Hal ini menunjukkan komitmen Pertamina dalam memberikan bantuan secara cepat dan efektif.
Kolaborasi dengan Instansi Terkait
Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra, menjelaskan bahwa pengiriman ini merupakan hasil kolaborasi erat antara Pertamina dengan BNPB, TNI, Polri, dan seluruh unsur terkait. “Di lapangan, kami tidak bekerja sendiri. Upaya mempercepat distribusi LPG ke Bener Meriah ini bisa terjadi karena gotong royong dan koordinasi yang kuat, sehingga masyarakat dapat segera merasakan manfaatnya,” ujarnya.
Pengiriman menggunakan helikopter Sikorsky S-61A lepas landas dari Bandara Sultan Iskandar Muda, Banda Aceh. Satu jam kemudian, heli tiba di Bandara Malikussaleh dan langsung mengangkat paket pertama tanpa mendarat, demi mempercepat waktu tempuh menuju Bandara Rembele, Bener Meriah.
Proses Pengiriman yang Efisien
Setelah mengantarkan paket pertama, heli kembali ke Malikussaleh untuk mengambil paket kedua, dan seterusnya paket ketiga. Seluruh proses dijalankan tanpa jeda panjang, karena setiap menit sangat berarti bagi masyarakat yang menantikan bantuan energi.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga menjelaskan bahwa total 72 tabung Bright Gas 12 kg dikemas dalam tiga paket pengiriman. Setiap kemasan berisi 24 tabung yang siap didistribusikan untuk kebutuhan memasak dapur umum, posko pengungsian, dan warga di lokasi terdampak. Setiap pengiriman tabung LPG disusun tegak atau vertical dengan valve menghadap ke atas dan di atas palet yang dilengkapi cargo net agar stabil saat handling dan landing.
Inovasi dalam Distribusi Energi
Pertamina telah melakukan pengiriman BBM maupun LPG melalui berbagai moda udara sejak tanggal 3 Desember seperti pesawat perintis dan pesawat Hercules. Namun, penggunaan helikopter dengan metode sling load baru kali ini dilakukan. “Kami akan melakukan segala cara termasuk dengan berbagai moda udara untuk membawa energi yang dapat menghidupkan dapur umum, menghangatkan makanan, dan membantu aktivitas kebutuhan dasar warga di tengah keterbatasan,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan