Upaya Kemenhut dalam Menyelamatkan Gajah Sumatera

Populasi Gajah Sumatera semakin menghadapi ancaman yang serius. Hal ini memaksa Kementerian Kehutanan (Kemenhut) untuk segera mengambil langkah-langkah cepat dan strategis agar populasi yang ada saat ini tidak terus berada di ambang kepunahan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah merevitalisasi Rumah Sakit Gajah di Taman Nasional Way Kambas.

Langkah tersebut diambil setelah Kemenhut melakukan kunjungan ke Rumah Sakit Gajah di Taman Nasional Way Kambas bersama Faunaland Indonesia dan mitra internasional Vantara dari India. Direktur Konservasi Spesies dan Genetik-Ditjen KSDAE, Ahmad Munawir, menjelaskan bahwa tujuan utama dari kunjungan ini adalah untuk memperbaiki ekosistem sebagai habitat utama bagi Gajah Sumatera.

“Kunjungan kita ke sini bersama tim dari Faunaland Indonesia dan Vantara sebagai bentuk komitmen dari Kemenhut, khususnya Menteri Raja Juli. Kita harus memperbaiki ekosistem sebagai habitat daripada Gajah Sumatera,” ujar Ahmad Munawir dalam keterangan tertulisnya.

Berdasarkan data internasional, populasi Gajah Sumatera berada dalam kategori “Critically Endangered” akibat penurunan jumlah dan kerusakan habitat. Saat ini, kantong habitat gajah yang sebelumnya lebih dari 44 lokasi menyusut menjadi sekitar 21 kantong yang terfragmentasi.

Oleh karena itu, Kemenhut mendorong kolaborasi multipihak untuk menyelamatkan populasi dan habitat gajah. Termasuk membangun konektivitas antarhabitat melalui koridor ekologis. Kemenhut juga membuka peluang kerja sama lanjutan, termasuk revitalisasi Rumah Sakit Gajah Way Kambas. Bahkan rencananya, Vantara akan membangun rumah sakit gajah baru di wilayah Sumatera lainnya.

“Dari Vantara akan membantu Indonesia untuk membangun atau merevitalisasi yang tadi, rumah sakit Gajah di Way Kambas dan mungkin ke depan kiranya juga bisa membangun rumah sakit lainnya yang ada di Pulau Sumatera yang mungkin di Riau dan mungkin di Aceh,” jelas Ahmad Munawir.

Peran Faunaland Indonesia dan Vantara

Sementara itu, CEO Faunaland Indonesia, Danny Gunalen, mengapresiasi atas kepercayaan yang diberikan Kementerian Kehutanan. Faunaland Indonesia berkomitmen mendukung konservasi dan pelestarian biodiversitas Indonesia, khususnya Gajah Sumatera melalui kemitraan dengan Vantara.

“Kami lembaga konservasi di Indonesia adalah perwakilan dari Vantara. Vantara adalah rescue center terbesar di dunia yang berada di Jamagar milik Anant Ambani, beliau adalah pemerhati hewan dan pegiat hewan,” ungkap Danny.

Danny mengungkapkan, hasil survei awal menunjukkan kebutuhan mendesak Rumah Sakit Gajah Way Kambas, termasuk penyediaan ambulans khusus gajah. “Seperti jangka pendek mungkin akan dibutuhkan seperti animal ambulance, karena belum ada di sini untuk mengangkut Gajah. Animal ambulance itu sangat canggih, mobil ini memiliki forklift, dan lain-lain, dan kebutuhan-kebutuhan yang dibutuhkan,” bebernya.

Selain kebutuhan jangka pendek, Faunaland dan Vantara juga menyiapkan rencana jangka panjang berupa revitalisasi atau pembangunan rumah sakit gajah baru. “Kami akan merevitalisasi rumah sakit, Gajah atau bahkan membuat yang baru,” tutup Danny.